5 ODGJ Panti Aura Welas Asih Palabuhanratu Ikut Mencoblos

SIAP MENCOBLOS : Suasana TPS 23 di Desa Jayanti, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi
SIAP MENCOBLOS : Suasana TPS 23 di Desa Jayanti, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi

SUKABUMI —  Sebanyak 5 oang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang merupakan warga binaan panti rehabilitasi aura welas asih, akan ikut mencoblos dalam pemilu 2024 yang akan digelar Rabu, 14 Februari besok.

Mayang staf adminitrasi panti rehabilitasi Aura Welas Asih mengatakan ke 5 orang warga binaan tersebut merupakan dari orang terlantar yang sudah dibuatkan surat domisili beralamat di panti sosial rehabilitasi mental ODGJ kampung Cipatuguran, Desa Jayanti, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi.

Bacaan Lainnya

Mereka, kata Mayang sejak kemarin bahkan telah melaksanakan simulasi pencoblosan dengan dibimbing dan perkenalkan para calon baik presiden dan wakil presiden maupun calon anggota Legislatif dan lainnya.

“Kemarin simulasi kita coba ngasih tau siapa aja presidennya, caleg caleg nya, pokonya di kasih tau diberikan arahan,” ungkap Mayang.

Dalam proses simulasi yang dilaksanakan, kata Mayang lagi dari ke 5 ODGJ tersebut diakuinya ada yang langsung memahami dan ada yang belum memahami, sehingga memang perlu didampingi saat proses pencoblosan nantinya.

“Dari itu tapi ada yang tahu, ada yang tidak tahu, cuman kan mereka punya pilihan sendiri, jadi biar mereka nanti yang milih, mereka ada 5 orang,” imbuhnya.

“Pada saat pemilihan pasti di bimbing, soalnya kalau sendiri takutnya memang ngebleng kebingungan, pasti nanti ada petugasnya juga yang jaga di TPS nanti yang akan mantau,” imbuhnya.

Sementara itu Deddy Sugianto, ketua KPPS TPS 23 Desa Jayanti mengungkapkan ke lima ODGJ warga binaan panti rehabitasi Aura Welas Asih yang ikut mencoblos telah dilakukan pendataan dan verifikasi, dari sebelumnya sempat menerima daftar sebanyak 30 orang ODGJ.

“Alhamdulillah persiapan kemarin kita mendapatkan nama-nama yang berasal dari itu welas asih, dan itu ada kurang lebih 30 nama, tapi kita verifikasi kembali, ternyata dalam verifikasi yang mampu secara mandiri dan bisa melaksanakan pemilu itu 5 orang,” timpalnya.

“Kalai yang lainnya ada indikasi satu meninggal dunia, banyak sekali yang beberapa pasien lagi itu termasuk masih kategori sakit berat, artinya belum bisa melaksanakan pemilihan secara sehat,” ucapnya.

Masih kata Deddy Sugianto, jika beberapa ODGJ lainnya dengan berbagai alasan tadi dimasukan dan dipaksakan mencoblos dikhawatirkan akan membuat hal hal yang tidak diinginkan saat berada di TPS, seperti mengamuk dan lainnya.

“Karena kan dibutuhkan kemandirian dalam memilih pemimpin yang ada di negeri kita, artinya mereka harus sadar tidak hanya sekedar orangnya saja, pikirannya juga hadir dalam memilih,” paparnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *