SUKABUMI, RADARSUKABUMI.com – 140 Kepala Keluarga (KK) di Desa Titisan, Kecamatan Sukalarang, mengalami kesulitan air bersih. Kemarin, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi pun langsung mendistribusikan air besih sebanyak 10.000 liter untuk membantu mereka.
Koordinator Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna mengatakan, dalam pendistribusian air bersih ini, BPBD bekerjasama dengan komunitas kemanusiaan ACT dan pemerintah desa setempat. “Setelah mendapatkan laporan dari pemerintah desa, kami bersama ACT langsung mendistribusikan air bersih untuk membantu 140 KK,” kata Daeng kepada Radar Sukabumi, kemarin (28/8).
Menurutnya, hingga 10 Agustus 2019, BPBD Kabupaten Sukabumi menerima laporan dari 17 kecamatan. Rata-rata mereka kesulitan mendapatkan air bersih. Ke-17 kecamatan itu adalah Kecamatan Cicurug, Cidadap, Gegerbitung, Tegalbuled, Waluran, Cikembar, Gunungguruh, Kabandungan, Jampangtengah, Parungkuda, Ciracap, Surade, Cisolok, Palabuhanratu, Cikakak, Cisaat dan Kecamatan Ciemas. “Hampir semua kecamatan yang mengalami kesulitan air bersih sudah mendapatkan bantuan,” ujarnya.
Menurut Daeng, selama musim kemarau berlangsung, beberapa kecamatan itu selalu mengalami kekeringan. Pasalnya, sumber air di wilayah mereka mengering. “Kalau untuk mandi dan mencuci mungkin mereka masih bisa memanfaatkan air sungai yang ada. Tapi untuk keperluan minum dan memasak, warga kesulitan sehingga membutuhkan bantuan,” imbuhnya.
Upaya penanggulangan bencana kekeringan ini, Daeng mengklaim sudah dilakukan sejak dini. Apalagi informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), kemarau pada tahun ini diperkirakan akan terjadi sampai akhir Oktober mendatang. “Distribusi air bersih ini disesuaikan dengan permintaan dari pihak desa. Namun dalam penyalurannya, kami mendahulukan daerah yang paling parah mengalami kekeringan,” imbuhnya.
Menghadapi musim kemarau ini, BPBD Kabupaten Sukabumi juga telah menyiapkan tujuh unit armada untuk keperluan pendistribusian air bersih ke sejumlah daerah yang sangat rawan terjadi kekeringan. “Untuk siaga darurat kekeringan, kami juga menyiapkan bantuan pipanisasi bagi warga yang mengalami krisis air bersih, dengan syarat di wilayah pemukimannya harus terdapat sumber mata air,” tukasnya.
(bam/d)






