Sementara data sementara dari Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sukabumi, sekolah yang terdampak mencapai 32 ruang kelas. Kerusakan fasiltas belajar siswa tersebut didominasi oleh runtuhnya atap dan dinding sekolah.
Kepala Bidang Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Iyus Yusuf Hilmi menjelaskan, sebanyak 71 lokal kelas SD terdampak gempa bumi, mayoritas kerusakan yakni ambruknya atap dan dinding sekolah. “Laporan sementara yang diterima, sudah ada 71 lokal kelas yang rusak dari 32 SD,” jelasnya kepada Radar Sukabumi, kemarin (24/1).
Mayoritas akibat dampak gempa tersebut, harus dilakukan rehab berat karena kondisinya cukup parah. Namun beruntung dalam insiden tersebut, tak sampai memakan korban jiwa. “Setiap unit sudah melaporkan. Alhasil harus dilakukan perbaikan berat karena kerusakan cukup parah,” terangnya.
Adapun upaya yang dilakuakan, sambung Iyus, pihaknya telah mengirim surat kepada Kementerian Pendidikan tentang kondisi kerusakan sekolah di Kabupaten Sukabumi. “Kami telah tugaskan seluruh jajaran, termasuk mengeluarkan surat edaran ke tiap kecamatan untuk melaporkan dan mendatangi sekolah yang ambruk,” kata Iyus.
Sedangkan aktivitas belajar pasca gempa di sekolah yang mengalami keruskan, tetap berjalan. Hanya saja, beberapa sekolah membuat lokasi belajar semantara.
“Aktivitas belajar harus tetap berjalan, karena anak harus mendapat pelajaran. Solusi sementara ada yang dialihkan dan menggunakan bangunan lain,” pungkasnya. (cr15/e)





