1.151 Bencana ‘Hancurkan’ Sukabumi

Bencana Sukabumi
Grafis Bencana Sukabumi 2022

SUKABUMI – Setiap tahun, bencana alam di Sukabumi benar-benar mampu membuat hati miris. Total di Kota dan Kabupaten Sukabumi mencatat dalam kurun waktu selama 2022, ada 1.151 bencana alam terjadi.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi mengklaim, ratusan bencana alam yang menerjang wilayah terluas ke dua se Pulau Jawa dan Bali ini, menelan kerugian materil hingga mencapai miliyaran rupiah.

Kepala Pelalasana (Kalak) BPBD Kabupaten Sukabumi, Wawan Godawan Saputra didampingi Sub Koordinator Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Sukabumi, Agung Koswara Adiwiguna mengatakan, berdasarkan data yang ada, terhitung selama 2022 ini, terdapat 926 kejadian bencana alam.

“Dari semua jenis bencana alam, tanah longsor dan angin kencang paling mendominasi,” kata Agung kepada Radar Sukabumi pada Kamis (12/01).

Dari 926 kejadian bencana ini, terdiri dari tanah longsor 495 kejadian, banjir 90 kejadian, kebakaran 73 kejadian, angin kencang 164 kejadian, gempa bumi 54 kejadian dan bencana pergerakan tanah 50 kejadian. “Sementara untuk dampak kejadian, terdapat 1386 KK dan 3398 jiwa yang menderita,” bebernya.

Sedangkan untuk jumlah pengungsi akibat bencana alam sepanjang 2022 itu, terdapat 802 KK dan 2.456 jiwa mengungsi. “Untuk korban luka-lukanya ada 56 jiwa dan 11 jiwa dikabarkan meninggal dunia,” paparnya.

Sementara untuk dampak kerusakan akibat bencana alam sepanjang tahun 2022, terdiri dari 2.192 rumah rusak, 770 rumah terancam dan 398 fasilitas umum dan dan sarana lainnya mengalami kerusakan. “Untuk jumlah kerugian materil ditaksir mencapai Rp8.705.855.000,” imbuhnya.

Untuk mengeleminir terjadinya risiko bencana alam di tahun ini, BPBD menghimbau agar seluruh masyarakat Kabupaten Sukabumi tetap waspada dan berhati-hati. Terutama, bagi warga yang berada di bantaran sungai serta tebing.

“Kami juga sering melakukan edukasi kepada warga. Seperti melakukan pembinaan dan membentuk desa siaga dan tanggung bencana dan lainnya. Jika terjadi sesuatu yang berpotensi akan terjadinya bencana alam, kami minta segera mepalor kepada petugas kami di setiap kecamatan atau kepada pemerintah desa setempat,” pungkasnya.

Pos terkait