KABUPATEN SUKABUMIRamadan

Rupiah Melimpah dari Kolang Kaling

×

Rupiah Melimpah dari Kolang Kaling

Sebarkan artikel ini
Pegawai Hasanudin saat memproduksi kolang kaling untuk dijual.

WARUNGKIARA,RADARSUKABUMI.com– Bulan suci Ramadan 1440 Hijriyah, merupakan bulan penuh berkah bagi para pedagang kolang kaling.

Mereka meraup untung banyak, karena harganya yang naik hingga 50 persen dari hari biasanya.

Bank bjb Tandamata

Seorang pedagang Kolang Kaling, Hasanudin (28), warga Kampung Pasir Gerong, RT 7/1, Desa Bantarkalong, Kecamatan Warungkiara mengatakan, buah kolang kaling sudah biasa menjadi buruan masyarakat pada saat bulan puasa.

“Harga jual buah kolang kaling, sebelumya Rp6-7 ribu perkilogram, namun pada bulan Ramadan harganya naik menjadi Rp 12 ribu perkilogramnya,” ujar Hasanudin kepada Radar Sukabumi melalui telepon selularnya, kemarin (13/5).

Pihaknya sangat bersyukur dengan masuknya bulan suci Ramadan ini.

Pada hari biasa, dirinya hanya memproduksi sekitar satu kwintal, namun selama bulan puasa ini, produksi meningkat hingga 1,5 kwintal per harinya.

“Dalam sehari sesuai dengan permintaan pasar, saya selalu mengirim sekitar 1,5 kwintal ke pasar Cigombong Warungkiara.

Tetapi ada juga para tengkulak yang meminta untuk dikirim ke luar daerah.

Seperti Jakarta,” bebernya.

Untuk mempercepat produksi buah kolang kaling, sambung Hasanudin, ia menambah pekerjanya.

“Saat ini, ada sekitar 8 pekerja, ditambah anak-anak yang suka membantu,” akunya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, harga buah kolang kaling diprediksi akan kembali mengalami kenaikan jelang Idul Fitri.

Lantaran, makanan ini sering dijadikan manisan atau campuran makanan.

“Biasanya harga buah ini akan mengalami kenaikan bila mendekati Idul Fitri,” paparnya.

Ia mengaku sudah lima tahun lebih bekerja sebagai pengrajin kolang kaling.

Karena tidak memiliki kebun sendiri, Hasanudin pun membeli buah kolang kaling dari pemilik kebun pohon aren sebesar Rp100 sampai Rp200 ribu perpohonnya.

(Den/d)