CIKOLE — Pemerintah Kota Sukabumi berkomitmen untuk memperhatikan pembangunan di bidang kependudukan, keluarga berencana dan pembangunan keluarga (KKBPK).
Pembangunan ketiga hal tersebut merupakan implementasi dari tujuan bernegara dan menjadi indikator keberhasilan pembangunan.
“Sejatinya pembangunan tiga hal tersebut menjadi dasara dalam melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa serta ikut melaksanakan ketertiban dunia.
Sehingga ketika pemerintah berupaya melakukan percepatan pembangunan di berbagai sektor akan berkaitan dengan tiga hal tersebut,” ujar Fahmi dalam rapat kerja daerah (Rakerda) program KKBPK di Hotel Taman Sari Kota Sukabumi, kemarin (23/4).
Fahmi menambahkan, dari ketiga aspek tersebut saat ini pemerintah sudah menghadirkan pembangunan yang ideal. Namun demikian, pemerintah juga dituntut melakukan percepatan pembangunan di tengah dinamika kependudukan.
Terutama terkait laju pertumbuhan penduduk (LPP) Kota Sukabumi yang masih tinggi yakni 1.4 persen. “Pada pelaksanan pemilu 2019 lalu jumlah generasi milenial atau pemilih pemula jumlahnya melejit dibandingkan pilkada 2018 yakni 2,5 kali lipat,” tambahnya.
Menurut Fahmi, jumlah generasi milenial ini sebenarnya bisa mencapai 3,5 persen berdasarkan data Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Hal ini menunjukkan LPP cukup luar biasa cepat dan harus menjadi bonus demografi menuju Sukabumi yang religius, nyaman, dan sejahtera (Renyah).




