KOTA SUKABUMI – Brievenbus atau biasa dikenal bis surat secara perlahan mulai terlupakan pasca tidak difungsikan sebagai kotak untuk mengirim surat.
Bahkan, tidak sedikit masyarakat, khususnya kaum milenial yang tidak sama sekali mengenali bangunan mirip tugu berwarna orange tersebut.
Pantauan Radar Sukabumi, bis surat terpasang di dua lokasi di Kota Sukabumi. Pertama, di depan Kantor Pos Sukabumi dan yang kedua di perempatan lampu merah Degung, Kelurahan Banteng, Kecamatan Warudoyong.
Setelah tidak lagi difungsikan sebagai kotak surat, kotak yang konon dibuat pada jaman penjajahan belanda ini mulai tidak terurus. Warna cat orange ciri khas Pos mulai tampak memudar.
Bahkan, di lokasi perempatan lampu merah Degung, Kelurahan Banteng, Kecamatan Warudoyong sempat digunakan senderan tempat berjualan.
Masyarakat dari berbagai kalangan yang lalu lalang, terlihat cukup jarang yang memperhatikan kotak tersebut, atau bahkan sampai memiliki keinginan untuk mengetahui lebih tentang kotak yang terbuat dari besi ancuran ini.
Kepada Radar Sukabumi, Ketua Yayasan Dapuran Kipahare, Irman Firmansyah menyebutkan, Brievenbus atau biasa dikenal bis surat merupakan tempat atau kotak untuk mengirim surat yang sudah diberi alamat tujuan yang jelas, dan perangko yang cukup.




