SUKABUMI – Pemerintah terus menggiatkan pengembangan tanaman perkebunan, termasuk tanaman industri dan penyegar. Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar (Balittri) memiliki berbagai teknologi yang dipercaya dapat mengangkat produktivitas komoditas tanaman industri dan penyegar.
“Saya mengapresiasi semua peneliti yang begitu berdedikasi dan tekun menghasilkan inovasi. Saya percaya Balittri bisa menjadi mercusuar bagi Kementan (Kementerian Pertanian.red),” Demikian disampaikan Sekretaris Jenderal Kementan Syukur Iwantoro, saat mengunjungi Kantor Balittri di Sukabumi, baru-baru ini.
Inovasi-inovasi yang dihasilkan oleh Balittri, disebut Syukur, memiliki potensi untuk dimanfaatkan oleh investor. Ia mendorong, Balittri dapat bekerja sama dengan perkebunan rakyat maupun milik negara, sehingga produktivitas tanaman industri dan penyegar, seperti kopi, kakao, teh, dan karet bisa meningkat signifikan.
“Teknologi dan inovasi yang dihasilkan di sini, bisa dimanfaatkan oleh pihak luar. PTPN VIII sudah tertarik bekerja sama, kita akan berikan bibit kopi hingga pendampingan dan pelatihan,” sebutnya.
Pekan depan direncanakan akan ditandatangani kesepakatan antara Kementan dan PTPN VIII. Memorandum of Understanding (MoU) tersebut meliputi pelepasan 500 ribu bibit kopi dari Balittri untuk PTPN VIII sekaligus penghijauan di DAS Citarum.
Tak hanya PTPN, Syukur juga mendorong Balittri untuk terus bekerja sama dengan petani, terutama perkebunan rakyat yang ada di sekitar kebun percobaan Balittri.




