Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Gatot Dewa Broto menegaskan, pihaknya tidak pernah mengirimkan barang milik negara (BMN) ke kediaman Roy Suryo usai melepaskan jabatannya dari Menpora.
Gatot mengaku, tadi pagi sudah mengumpulkan pihak-pihak yang terkait masalah tersebut. Hasilnya setelah diklarifikasi, ternyata selama ini Kemenpora tidak pernah mengirimkan barang-barang ke kediaman Roy Suryo di Yogyakarta. “Kemenpora pastikan, tidak ada pengiriman barang,” ujar Gatot di Gedung DPR, Jakarta, kemarin (6/9).
Selain itu, Gatot juga tidak mempermasalahkan adanya somasi yang diberikan kepada Kemenpora terkait adanya 3.226 barang yang belum dikembalikan. Pasalnya itu adalah hak Roy Suryo memberikan somasi. “Itu hak Pak Roy. Prinsipnya kami ingin selesaikan baik-baik, kita juga tidak ingin ramai-ramai,” katanya.
Namun demikian Gatot berharap Wakil Ketua Umum Partai Demokrat ini bisa secepatnya mengembalikan 3.226 barang yang masih dibawanya sampai saat ini. “As soon as possible (bisa secepatnya mengembalikan barang),” pungkasnya.
Sebelumnya, ?kuasa hukum Roy Suryo, Tigor Simatupang mengaku kliennya sudah mengembalikan semua barang milik negara (BMN) setelah tidak ?menjabat sebagai Menpora di era pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Tigor mengaku, pengembalian barang tersebut sudah ?dilakukan oleh kliennya pada tahun 2014 silam. Bahkan, kata dia, Roy selama ini tidak pernah punya keinginan untuk mengambil barang-barang yang dimilik negara tersebut. Semuanya adalah inisiatif dari Kemenpora sendiri. Sehingga, lanjut Tigor, Roy mengaku aneh tiba-tiba lembaga yang saat ini dipimpin oleh Imam Nahrawi ini meminta barang-barang tersebut dikembalikan.
?Diketahui, Kemenpora kembali menyurati mantan Menpora era pemerintahan SBY Roy Suryo. Hal ini terkait BMN yang dia bawa selama menjabat yang belum dikembalikan. Surat yang beredar di kalangan awak media ini, diketahui bernomor 513/SET.BIII/V/2018 tertanggal 1 Mei 2018 lalu.
Dalam surat tersebut disebutkan Roy Suryo belum mengembalikan sebanyak 3.226 unit barang. Namun tidak ada penjelasan apa saja barang milik negara yang belum dikembalikan oleh kader Partai Demokrat ini.
(gwn/JPC)




