CIBADAK – Kesulitan air di Kabupaten Sukabumi semakin meluas. Setelah beberapa waktu kekeringan terjadi di wilayah Selatan Sukabumi, kali ini kekeringan melanda wilayah Utara Sukabumi.
Salah satunya yang dialami warga Desa Sekarwangi, Kecamatan Cibadak. Sedikitnya, puluhan kepala keluarga di desa ini terpaksa harus menempuh jarak yang cukup jauh untuk mendapatkan air bersih supaya bisa memenuhi kebutuhan sehari-harinya.
Asep Suryana (50), warga Kampung Cikiwul, RT 1/2, Desa Sekarwangi, Kecamatan Cibadak mengatakan, daerahnya itu merupakan wilayah langganan kesulitan air jika kemarau melanda cukup panjang. Bahkan, air pada sumur milik warga saat ini sudah tidak berair.
“Jika kemarau panjang, kampung kami selalu kekeringan. Kami terpaksa berjalan cukup jauh dan mengantre di sumber air yang berada di Kampung Cikiwullebak,” akunya kepada Radar Sukabumi, kemarin (15/7).
Selain kampungnya, lanjut Asep, beberapa kampung di Desa Sekarwangi itu juga mengalami hal serupa. Sedikitnya, ada empat ke-RT-an yang mengandalkan sumber air Cikiwullebak. Namun begitu, karena sumber air itu terlalu banyak diandalkan warga, sehingga persediaannya pun semakin menipis.
“Jadi yang mengambil air ke sumber ini warga dari empat kampung, dalam satu hari bisa dua kali mengangkut. Karena memang, sumber air ini digunakan untuk seluruh aktivitas, seperti mencuci, minum dan yang lainnya sehingga airnya cepat surut,” terangnya.





