Dirinya menilai, persoalan yang dihadapi warga ini terkesan tidak ada solusi dari tahun ke tahun. Dengan begitu, dirinya meminta agar pemerintah setempat maupun daerah dapat memberikan solusi terbaik baginya.
“Ya, ini kan hampir terjadi setiap musim kemarau. Jika dari dulu dipikirkan, seharunya kali ini kami tidak mengalaminya lagi. Jelas, kami berharap pemerintah dapat memberikan solusi seperti penyediaan sumber air,” imbuhnya.
Keluhan lain disampaikan lainnya, Supendi (37). Menurutnya, selain sumber air untuk kebutuhan sehari-hari. Lahan pertanian di wilayahnya telah mengering terdampak musim kemarau. Tentunya, hal itu cukup mengganggu perekonomian warga.
“Bukan hanya sumur yang kering, kolam ikan dan sawah juga mengering. Terlebih, saluran irigasi yang berlokasi di Kampung Segog tengah dalam perbaikan sehingga air belum mengalir,” ungkapnya.
Dihubungi terpisah, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penangggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, Maman Suherman mengaku, belum mendapatkan laporan resmi yang disampaikan pihak kecamatan soal kekeringan
. Walaupun begitu, pihaknya mengaklaim telah bersiapsiaga bilamana bantuan diperlukan. “Sampai sekarang belum ada laporan resmi terkait kekeringan. Jika memamg ke depan diperlukan, armada tangki air telah kami siapkan berikut petugasnya,” pungkasnya.





