KABUPATEN SUKABUMI

Puskemas Gunungguruh Temukan Empat Kasus DBD

×

Puskemas Gunungguruh Temukan Empat Kasus DBD

Sebarkan artikel ini

GUNUNGGURUH— Sejak Januari hingga bulan ini, Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Kecamatan Gunungguruh menemukan empat kasus Demam Berdarah Dengue (DBD). Kondisi tersebut bisa dikatakan menurun jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Koordinator Pemberantan Penyakit Menular (P2M) Kecamatan Gunungguruh, Eri Kustiawan mengatakan, untuk mencegah terjadinya kasus DBD pihaknya gencar melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di lokasi rawan penyebaran penyakit DBD.

Bank bjb Tandamata

“Empat kasus DBD pada 2018 ini, satu warga positif terjangkit penyakit DBD dan tiga diantaranya, dikategorikan suspek DBD. Sementara, pada 2017 dari enam kasus DBD itu, dua warga fositif DBD dan empat diantaranya suspek DBD,” jelas Eri kepada Radar Sukabumi, Kamis (5/7).

Di Kabupaten Sukabumi, sambung Eri, Kecamatan Gunungguruh merupakan daerah kawasan endemis DBD. Namun, dari seluruh desa yang ada di daerah tersebut, terdapat dua desa yang hampir setiap bulannya kerap ditemukan kasus DBD. Yakni, Desa Gunungguruh dan Desa Cikujang.

Hal ini, dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti perubahan iklim dari musim kemarau ke musim hujan, kepadatan mobilitas penduduk dan kesadaran pola hidup besih dan sehat (PHBS) yang masih rendah, minimnya tempat penampungan sampah dan tidak adanya sanitasi pembuangan limbah rumah tangga.

“Terlebih lagi, di wilayah dua desa ini banyak ditemukan tumpukan sampah organik dan non organik serta limbah furniture yang diduga menjadi sarang nyamuk aides aigypti,” imbuhnya.
Sebab itu, ia menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat