CATATAN DAHLAN ISKAN

Nihi Sumba

×

Nihi Sumba

Sebarkan artikel ini

Saya ke Sumba lagi. Gara-gara perkawinan di Uluwatu, Bali itu. Silakan baca: Romantisnya Uluwatu dan Magetan. Keesokan harinya saya tidak mendapat tiket ke Jakarta. Atau ke Surabaya. Semua penerbangan penuh. Pada hari terakhir liburan panjang itu. Di bandara Ngurah Rai –yang keren itu– saya tidak tahu harus bagaimana. Atau ke mana.

Lalu ingat sesuatu. Yang pernah membuat saya malu: tidak bisa menjawab pertanyaan orang Amerika ini. Padahal saya sudah begitu sering ke Sumba. ”Saya ini jarang ke tempat rekreasi,” kilah saya. “Setiap ke Sumba selalu ke pedesaannya. Untuk urusan sapi atau kaliandra atau penari langit atau solar cell. Bukan ke pantainya,” kata saya lagi.

Bank bjb Tandamata

Pertanyaan yang membuat saya malu itu adalah: benarkah Hotel Villa Nihi Sumba itu terbaik di dunia? Saya tidak bisa menjawab. Terbaik di dunia? Di Sumba? Yang miskin itu? Yang gersang itu? Yang di NTT itu? Ohh… ternyata memang ada buku yang terbit tahun lalu. Tentang daftar hotel-hotel terbaik di dunia.

Di situ, di halaman tengah, terpampang Nihi Sumba. Satu halaman penuh. Isinya foto-foto dan artikel. Disebutkanlah: lembaga rating pariwisata Eropa, Travel+Leasure, memilih Nihi Sumba sebagai terbaik nomor 1 dunia. Untuk tahun 2016. Dan 2017. Dua tahun berturut-turut. Uup… benarkah begitu? ”Saya harus ke sana,” kata saya dalam hati. Sekalian menemui teman-teman lama di Sumba. Untuk mendiskusikan lagi banyak hal di pulau ternak itu.

Saya pun mencari penerbangan ke Sumba. Ke kota yang mana pun oke: ke Tambulaka… yes. Di Sumba Barat Daya itu. Ke Waingapu pun nema problema. Di Sumba Timur itu. Yang saya cari ketemu. Tiga jam lagi ada Wing Air ke Tambulaka. Go! Yes. Hari itu saya akan mendarat di Tambulaka lagi: bandara yang duluuuu… terkenal. Gara-gara pesawat Adam Air (alm) kehilangan arah. Tidak tahu harus terbang ke arah mana. Akhirnya mendarat di Tambulaka.

Belum lagi sampai di Sumba saya sudah bertemu banyak teman. Di ruang tunggu Bandara Ngurah Rai itu. Ada wakil bupati Sumba Barat: Marten Ngoilu Toni. Lalu ada rombongan Abraham, anggota DPD dari NTT. Ada anak muda bernama Bobby Lianto. Pemilik kebun cokelat besar di Sumba Barat. Bersama ayahnya. ”Saya belum pernah berterima kasih pada Pak Dahlan,” ujar Bobby.