Kebakaran di rumah kos di Jalan Kebalen Kulon II/9 Surabaya, Selasa (29/5) siang membuat panik Bayu Sampurno. Istrinya, Retno Febrianti yang menggendong anaknya Starla Ramadani, berhasil lolos dari kebaran setelah loncat dari lantai dua kos yang terbakar tersebut.
Bayu mengaku tak tahu pasti kronologis peristiwa kebakaran tersebut. Dia menuturkan baru menerima telpon istrinya pukul 15.30 WIB. Saat itu, Retno memberi tahu Bayu jika rumah kosnya sudah terbakar. Hanya, apinya belum membesar.
Menerima kabar buruk itu, Bayu terpaksa menghentikan aktivitasnya sebagai pekerja harian lepas (PHL) di Mapolda Jawa Timur. “Jadi sebelum telpon, istri sama anak saya sudah menyelamatkan diri,” kata Bayu ditemui JawaPos.com, Selasa (29/5).
Sekitar 45 menit kemudian, Bayu sampai di lokasi kejadian. Dia bermaksud menyelamatkan anak istrinya. Namun, dia tidak menemukan istri dan anaknya. Dia sempat bertanya ke warga sekitar.
Akhirnya, Bayu mendapat informasi dari warga sekitar jika istrinya sudah menyelamatkan diri ke rumah mertua yang bernama Sampuniati di jalan Kalimas. Tak lama, lanjutnya, sebuah mobil ambulan bantuan dari Dinas Sosial Surabaya menjemput istri dan anaknya.
Petugas medis membawa keduanya ke RS PHC. Bayu mengatakan, dari hasil diagnosa dokter sementara, istrinya tidak mengalami luka bakar atau patah tulang. “Hanya luka sobek di paha kanan kena ranting. Karena saat melompat dari lantai dua, istri saya mendarat di pohon,” tutur Bayu.
Sedangkan putrinya yang bernama Starla Ramadani, hanya mengalami sedikit luka lecet di telinga kiri dan trauma. Saat ini, istri dan anaknya dirujuk ke RS Soewandhi. Katanya, untuk menjalani pemeriksaan dan foto rontgen.
“Itu rujukan dari pihak Dinas Sosial Surabaya. Karena, katanya pihak dinas sosial, supaya bergabung dengan korban lainnya dan mendatanya gampang,” katanya.
Menurut pantauan JawaPos.com, sempat terjadi perdebatan ringan antara pihak Dinas Sosial Surabaya dengan keluarga Bayu. Bayu mengatakan kepada beberapa petugas medis jika istrinya ingin dirawat di RS PHC saja.
Seperti diberitakan, Sebuah rumah kos yang berada di Jalan Kebalen Kulon II/9 Surabaya terbakar, Selasa (29/5) siang. Delapan orang penghuni rumah kos tersebut tewas. Selain 8 korban tewas itu, Retno Febrianti adakah satu korban yang berhasil menyelamatkan diri.
Menurut penuturan salah seorang saksi mata bernama Imron, Retno menyelamatkan diri dengan melompat dari jendela. Imron mengaku melihat Retno berusaha menyelamatkan diri bersama bayinya.
Dia mengatakan, Retno melempar bayinya keluar jendela. Sebelum menyelamatkan dirinya sendiri. Beruntung, beberapa warga berhasil menangkap bayi tersebut.
(HDR/JPC)



