BERITA UTAMARamadan

Tadarus Rasulullah dengan Jibril

×

Tadarus Rasulullah dengan Jibril

Sebarkan artikel ini

Bismillahirahmanirrohim

Allohumma ahillahu ‘alaina bil yumni wal iman was salamati wal islam tobbi wa robbukallohu.

Bank bjb Tandamata

Yang artinya, ya Alloh tampakan bulan ini kepada kami dengan membawa keberkahan dan keimanan, keselamatan dan Islam, Robku dan Robmu adalah Alloh. Hadits riwaya Tirmidzi, Ahmad, Alhakim, Aldarimi Ibnu Hibban

Para pembaca yang dirahmati Allah

Telah bercerita kepada kami ‘Abdan telah bercerita kepada kami ‘Abdullah telah mengabarkan kepada kami Yunus dari Az Zuhriy berkata, telah bercerita kepadaku ‘Ubaidullah bin ‘alaihimas salam dari Ibnu ‘Abbas radliallahu ‘anhuma berkata;

“Rasululloh shallallahu ‘alaihi wasallam adalah manusia paling dermawan, terutama pada bulan Ramadlan ketika malaikat Jibril ‘Alaihissalam mendatanginya, dan Jibril ‘alaihissalam mendatanginya setiap malam bulan Ramadlan dan dia mengajarkan Al Qur’an kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Sungguh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ketika didatangi Jibril ‘alaihissalam kedermawanannya jauh melebihi daripada angin yang berhembus”. (HR. Al Bukhari no. 3290).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam di setiap bulan Ramadlan tadarus Al Qur’an bersama malaikat Jibril ‘alaihissalam. Ibnu Abbas berkata:

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah orang yang paling dermawan, dan beliau bertambah kedermawanannya di bulan Ramadan ketika bertemu dengan malaikat Jibril, dan Jibril menemui beliau di setiap malam bulan Ramadan untuk tadarus mempelajari Al-Qur’an” (HR. Al Bukhari).

Hadits ini menunjukkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tadarus membaca dan mempelajari Al Qur’an bersama Jibril ‘alaihissalam di malam bulan Ramadan. Ini menunjukkan bahwa waktu yang paling utama untuk membaca Al Qur’an dan mempelajarinya di bulan Ramadan adalah di waktu malam.

Shaum dan Al Qur’an akan memberikan syafa’at kepada seorang hamba pada hari kiamat. Shoum berkata, “Ya Rabb, aku telah mencegahnya dari makanan dan syahwat di waktu siang, izinkan aku memberi syafa’at untuknya.” Al Qur’an berkata, “Aku telah mencegahnya tidur di waktu malam, izinkan aku memberi syafa’at untuknya. Keduanya pun diberi izin untuk memberi syafa’at.” (HR Ahmad).

Hadits ini menunjukkan keutamaan membaca Al Qur’an di bulan Ramadan, oleh karena itu dahulu salafus shalih para sahabat, lebih banyak menyibukkan dirinya dengan membaca Al Qur’an ketika datang bulan Ramadan.

Syaikh Muhammad bin Shalih ‘Utsaimin rahimahullah berkata : “Dahulu salafushalih memperbanyak membaca Al Qur’an di bulan Ramadlan, dalam shalat dan dalam kesempatan lainnya. Imam Az Zuhri rahimahullah apabila telah masuk Ramadan berkata :

“Ia hanyalah untuk membaca Al Qur’an dan memberi makan”.

Imam Malik rahimahullah apabila telah datang bulan Ramadan meninggalkan membaca hadits dan majelis ilmu dan lebih menyibukkan diri dengan membaca Al Qur’an dari mushhaf.
Imam Qatadah biasanya khatam

Al Qur’an di setiap tujuh hari dan di bulan Ramadan beliau khatam
Al Qur’an setiap tiga hari.

Sementara Imam Abdurrazzaq bin Hammam Ash Shan’ani berkata :
“Sufyan Ats Tsauri apabila telah masuk bulan Ramadan, beliau meninggalkan semua ibadah yang sunnah dan bersungguh-sungguh membaca Al Qur’an.

Dan Aisyah radliyallahu ‘anha membaca Al-Quran di awal siang di bulan Ramadan, apabila matahari telah terbit beliau pun tidur”.(*)