KOTA SUKABUMI

Berbahagia Bersama Anak-Anak Langit: Relawan Hadirkan Kebahagiaan Nyata

×

Berbahagia Bersama Anak-Anak Langit: Relawan Hadirkan Kebahagiaan Nyata

Sebarkan artikel ini
Relawan Sahabat Muhsin Kota Sukabumi berbagi kebahagiaan bersama Anak-Anak Langit dalam kegiatan “Berbahagia Bersama Anak-Anak Langit” yang dihadiri Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana.

Senyum-senyum kecil memenuhi halaman kediaman Hj. Ida. Tawa anak-anak pecah tanpa sekat, bercampur canda dan pelukan hangat dari para relawan yang sejak pagi menyiapkan kegiatan bertajuk “Berbahagia Bersama Anak-Anak Langit.”

Bagi anak-anak dari SLB A, Rumah Tahfidz Zayannul Quran, LKS Mandiri, Yayasan Yatim Sejahtera Sentosa, hingga komunitas Anak-Anak Langit dari Sriwidari dan Warnasari, hari itu bukan sekadar menghadiri acara. Mereka datang untuk merasakan sesuatu yang sering kali sulit diukur dengan materi: perhatian dan kasih sayang.

 

Oleh : GARIS NURBOGARULLAH

 

Di sudut-sudut lokasi, relawan Sahabat Muhsin Kota Sukabumi tampak sibuk menyapa satu per satu anak. Tidak ada jarak antara pemberi dan penerima. Yang terlihat hanyalah wajah-wajah bahagia yang saling menguatkan. Momen sederhana itu menjadi bukti bahwa kebersamaan masih menjadi bahasa paling mudah dipahami oleh anak-anak.

Suasana hangat turut dihadiri Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, beserta istrinya. Di hadapan anak-anak dan relawan, Bobby menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar penyaluran bantuan sosial. “Yang dibangun adalah rasa percaya diri, harapan, dan keyakinan bahwa setiap anak layak mendapatkan perhatian dari lingkungannya. Senyum anak-anak hari ini adalah kebahagiaan yang tak ternilai,” ungkapnya.

Menurut Bobby, tema “Berbagi Berkah, Menyulam Kebahagiaan” tidak berhenti sebagai slogan. Tema itu hidup melalui setiap pelukan, sapaan hangat, dan kebersamaan yang tercipta sepanjang kegiatan. Ia menilai menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak merupakan investasi kemanusiaan yang dampaknya akan terasa jauh ke depan.

Bobby juga menyampaikan pesan khusus agar anak-anak tidak pernah berhenti bermimpi. Keterbatasan ekonomi, fisik, maupun latar belakang keluarga bukanlah alasan untuk menyerah. Setiap anak, katanya, memiliki potensi dan keistimewaan yang dapat membawa mereka menuju masa depan lebih baik apabila terus belajar, berdoa, dan berusaha.