Lebih jauh, ia mengajak masyarakat menumbuhkan budaya gotong royong dalam membangun kepedulian sosial. Pemerintah, menurutnya, tidak mungkin bekerja sendiri. Kehadiran komunitas seperti Sahabat Muhsin menjadi contoh nyata kolaborasi yang mampu menghadirkan ruang kebahagiaan bagi anak-anak yang membutuhkan perhatian.
Kegiatan ini juga dihadiri Ketua Restoe Boemi Kia Florita, Bunda Hj. Ida Adnan beserta keluarga, Ketua Sahabat Muhsin Nuryanti bersama jajaran pengurus, Hj. Suri Gunawan, Hj. Eza Alimar, serta Ustaz M. Fatwa Nasir. Dari acara tersebut, tersisa pesan sederhana: di tengah berbagai persoalan kehidupan, masih ada banyak tangan yang memilih saling menggenggam. Selama senyum anak-anak mampu menyatukan banyak hati, harapan menjadikan Sukabumi sebagai kota penuh kasih dan kepedulian akan selalu menemukan jalannya. (*)



