KABUPATEN SUKABUMI

Cegah Degradasi Lingkungan, drh Slamet Gaungkan Aksi Cikaso Lestari

×

Cegah Degradasi Lingkungan, drh Slamet Gaungkan Aksi Cikaso Lestari

Sebarkan artikel ini
TANAM POHON: Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKS, drh. Slamet saat melakukan penanaman pohon di Leuweung Kabuyutan, Desa Tegalega, Kecamatan Lengkong, Sabtu (27/6). FOTO: ISTIMEWA

SUKABUMI – Degradasi lingkungan yang melanda hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Cikaso memicu keprihatinan mendalam dari Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKS, drh. Slamet.

Guna memulihkan fungsi ekologis sungai ikonik Sukabumi tersebut, legislator Senayan ini memimpin langsung “Aksi Cikaso Lestari” dengan menanam 15.000 bibit pohon di Leuweung Kabuyutan, Desa Tegalega, Kecamatan Lengkong, Sabtu (27/6).

bank BJB

Aksi nyata ini menjadi respons langsung atas kondisi Sungai Cikaso yang kian kritis ini, kerap mengamuk memicu banjir bandang saat musim hujan, namun mendadak kering kerontang kala kemarau tiba.

“Sebagai bagian dari warga Sukabumi, saya turut prihatin. Kita tidak boleh hanya menyalahkan atau mengutuk keadaan, tetapi harus melakukan sesuatu secara nyata. Hari ini kita memulai penghijauan dari Leuweung Kabuyutan dan gerakan ini akan terus berlanjut,” tegas drh. Slamet di hadapan ratusan relawan, Sabtu (23/6/2026).

Wakil rakyat asal Sukabumi ini menggarisbawahi, bahwa program penghijauan di lahan Perhutani Hanjuang Tengah tersebut, didukung penuh oleh Kementerian Kehutanan melalui BPDAS Citarum-Ciliwung.

Namun, Slamet memberikan catatan keras agar gerakan ini tidak berhenti menjadi ajang seremonial foto bersama semata.

“Saya tidak mau hanya ada gerakan menanam, tetapi harus gerakan menanam dan merawat. Mudah-mudahan langkah kecil ini menjadi upaya nyata menghijaukan kembali Sukabumi,” cetusnya.

Untuk menjamin keberlanjutan hutan dan ekonomi warga lokal, pembagian zona tanam diatur secara strategis. Di mana, pada zona Inti ditanami pohon jenis balsa, manglid, serta 1.000 bibit pohon endemik hasil dukungan Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP).

Sedangkan pada wilayah penyangga, ditanami pohon buah produktif bernilai ekonomi tinggi seperti Durian Musang King, petai, dan jengkol agar masyarakat ikut merawat karena mendapat manfaat ekonomi.

ARAHAN: TANAM POHON: Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKS, drh. Slamet saat memberikan arahan disela-sela penanaman pohon di Leuweung Kabuyutan, Desa Tegalega, Kecamatan Lengkong, Sabtu (27/6). FOTO: ISTIMEWA

Sementara itu, Ketua Komunitas Umbara Cikaso, Ali Wahyudin, menjelaskan Leuweung Kabuyutan merupakan titik nol atau hulu Sungai Cikaso yang menjadi fokus utama rehabilitasi hutan.

Menurutnya, di kawasan tersebut masih tersisa tiga pohon rasamala raksasa yang merupakan tanaman endemik Jawa Barat.

“Kami berkomitmen mengembalikan populasi pohon endemik melalui pembangunan Arboretum atau Hutan Pendidikan di kawasan hulu DAS Cikaso. Nantinya kawasan ini bisa dimanfaatkan oleh peneliti, mahasiswa, hingga pelajar sebagai laboratorium alam,” akunya.

Ali mengakui penanaman pada awal musim kemarau memiliki tantangan tersendiri. Untuk itu, tim telah menyiapkan sistem penyiraman hemat biaya menggunakan metode drip irrigation.

Sistem tersebut memanfaatkan galon bekas air mineral ukuran 19 liter yang dimodifikasi dengan aerator akuarium sehingga air dapat menetes secara perlahan untuk menjaga kelembaban tanah di sekitar bibit pohon.

“Inovasi ini memanfaatkan limbah galon dan aerator akuarium sebagai sistem irigasi tetes sederhana. Harapannya bibit tetap mendapatkan suplai air selama musim kemarau sehingga tingkat keberhasilan penanaman lebih tinggi,” pungkasnya. (why)