SUKABUMI – Salah satu faktor yang dapat memengaruhi kondisi ekonomi masyarakat adalah kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), terutama bagi pekerja yang menggunakan kendaraan bermotor sebagai cara utama untuk menggerakkan bisnis mereka.
Karena sebagian besar pendapatan mereka bergantung pada mobilitas kendaraan setiap hari, pengemudi ojek online adalah kelompok yang paling terpengaruh oleh perubahan harga BBM.
Ketika harga Pertamax meningkat, biaya operasional meningkat, yang dapat mengurangi pendapatan bersih pengemudi. Namun, kenaikan harga Pertamax menghadirkan sejumlah masalah bagi pengemudi. Biaya bekerja meningkat seiring dengan harga bahan bakar.
Tarif perjalanan yang ditetapkan oleh aplikasi tidak selalu berubah secara langsung. Dalam situasi seperti ini, pengemudi harus bekerja lebih lama atau mencari cara lain untuk mendapatkan uang yang cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka.
Fenomena ini menjadi perhatian di Sukabumi karena banyak masyarakat bergantung pada sektor transportasi online sebagai sumber pendapatan mereka.
Oleh karena itu, penting untuk memahami bagaimana kenaikan harga Pertamax memengaruhi pendapatan pengemudi ojek online dan bagaimana mereka beradaptasi dengan perubahan tersebut.
A. Kenaikan Harga Pertamax sebagai Faktor Peningkatan Biaya Operasional
Seluruh biaya yang harus dikeluarkan pengemudi untuk menjalankan pekerjaannya setiap hari disebut biaya operasional. Pembelian bahan bakar kendaraan merupakan salah satu komponen terbesar dari biaya operasional.
Selain bahan bakar, terdapat biaya tambahan seperti biaya penggantian oli, perawatan kendaraan, servis berkala, penggantian ban, dan biaya akses internet ke aplikasi.
Kenaikan harga Pertamax secara langsung meningkatkan biaya harian pengemudi. Seorang pengemudi yang biasanya menghabiskan sekitar 4 hingga 5 liter Pertamax setiap hari akan mengeluarkan lebih banyak uang daripada sebelumnya.
Jika biaya bahan bakar sebelumnya berada pada kisaran tertentu, biaya akan meningkat tanpa ada peningkatan jumlah pembelian yang signifikan. Kondisi ini menyebabkan biaya operasional harian meningkat.
Sementara biaya operasional meningkat, pendapatan kotor relatif tetap. Akibatnya, keuntungan bersih pengemudi akan menurun. Di Sukabumi, ini menjadi masalah utama yang harus dihadapi oleh para pengemudi ojek online.
B. Dampak Kenaikan Harga Pertamax terhadap Pendapatan Pengemudi
Penyelesaian perjalanan dan layanan pengantaran barang dan makanan adalah dua sumber pendapatan pengemudi ojek online. Diperlukan untuk mengurangi biaya operasional dari pendapatan ini untuk menghasilkan pendapatan bersih yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Penurunan pendapatan bersih pengemudi disebabkan langsung oleh kenaikan harga Pertamax. Jumlah pesanan yang diterima tidak berubah, tetapi biaya untuk membeli bahan bakar meningkat.
Oleh karena itu, perbedaan antara pendapatan dan pengeluaran semakin berkurang. Sebagai contoh, seorang pengemudi memperoleh pendapatan kotor sebesar Rp200.000 setiap hari.
Sebelum kenaikan harga BBM, biaya operasional mungkin sekitar Rp50.000, sehingga pendapatan bersih mencapai Rp150.000.
Namun, biaya operasional mungkin meningkat menjadi sekitar Rp70.000 setelah harga Pertamax naik, sehingga pendapatan bersih berkurang menjadi sekitar Rp130.000.
Penurunan ini pasti akan memengaruhi kemampuan pengemudi untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Selain itu, beberapa pengemudi mengatakan mereka perlu bekerja lebih lama untuk mendapatkan gaji yang sama seperti sebelumnya.
Tingkat kelelahan yang meningkat karena waktu kerja yang bertambah dapat berdampak pada kesehatan dan produktivitas kerja.
C. Pengaruh terhadap Kesejahteraan Ekonomi Keluarga
Sebagian besar pengemudi ojek online memperoleh pendapatan utama dari pekerjaan mereka. Oleh karena itu, penurunan pendapatan bersih yang disebabkan oleh kenaikan harga Pertamax dapat memengaruhi keuangan keluarga.
Keluarga tidak dapat memenuhi kebutuhan dasar mereka jika pendapatannya turun. Kebutuhan seperti makanan, pendidikan anak, kesehatan, dan lainnya harus lebih ketat diatur.
Beberapa keluarga bahkan harus mengurangi pengeluaran yang tidak terlalu penting untuk memenuhi kebutuhan utama mereka.
Apabila situasi ini tidak diimbangi dengan metode penghematan yang efektif atau peningkatan pendapatan, kondisi ini dapat menurunkan tingkat kesejahteraan keluarga dalam jangka panjang.
Oleh karena itu, kenaikan harga BBM berdampak pada kehidupan sosial dan ekonomi keluarga pengemudi selain pada aktivitas kerja mereka.
Penulis : Putri Sastriyani
Prodi Pendidikan Ekonomi
Mahasiswa Universitas Linggabuana PGRI Sukabumi






