KABUPATEN SUKABUMI

Pemkab Sukabumi Gagas Inovasi Biopori di Kawasan Perkantoran

×

Pemkab Sukabumi Gagas Inovasi Biopori di Kawasan Perkantoran

Sebarkan artikel ini
Sekda Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman, meninjau pembuatan lubang resapan biopori di halaman Gedung Pendopo Sukabumi.

SUKABUMI –Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi resmi meluncurkan gerakan inovasi pembuatan lubang resapan biopori di kawasan perkantoran pemerintah.

Program ini digagas langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman, sebagai upaya nyata menciptakan lingkungan kerja hijau, bersih, dan ramah lingkungan sekaligus menekan volume sampah yang terus meningkat.

Bank bjb Tandamata

Biopori dipilih karena mampu meningkatkan daya resap air ke dalam tanah untuk meminimalisasi genangan saat musim hujan, serta berfungsi sebagai sarana pengelolaan sampah organik menjadi pupuk kompos secara alami.

Saat meninjau lokasi pembuatan di halaman Gedung Negara Pendopo Sukabumi, Jalan Raya Ahmad Yani, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi, Ade menegaskan bahwa seluruh dinas atau Organisasi Perangkat Daerah (OPD) akan diinstruksikan mengimplementasikan inovasi ini.

“Persampahan di area perkantoran makin meningkat. Melalui uji coba biopori ini, sampah daun organik akan kita olah langsung menjadi kompos. Gerakan ini sudah ditugaskan ke setiap dinas dan akan kita contohkan terlebih dahulu di Setda, Pendopo Palabuhanratu, serta Pendopo Sukabumi,” ujarnya.

Ade menambahkan, pengembangan biopori merupakan langkah kecil dengan dampak besar, sekaligus sarana edukasi bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat luas dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup.Asisten Daerah (Asda) III Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Sukabumi, Gun Gun Gunardi, menjelaskan latar belakang lahirnya inovasi tersebut.

Menurutnya, volume sampah di lingkungan Setda mencapai kisaran 3 kubik per hari, didominasi sampah daun, sisa makanan kantor, hingga kertas.

“Melalui rembuk bersama, kami memilih teknologi biopori ini. Sampah organik dimasukkan ke lubang berdiameter 40–45 sentimeter dengan kedalaman 90 sentimeter. Dengan kapasitas sekitar 80 liter, sampah akan berputar menjadi pupuk yang nantinya dimanfaatkan kembali untuk tanaman dan bunga di lingkungan kantor maupun masyarakat sekitar,” terangnya.

Pemkab Sukabumi berharap program berkelanjutan ini dapat memicu gerakan bersama dalam memperkuat budaya peduli lingkungan sekaligus meningkatkan ketahanan daerah terhadap dampak perubahan iklim global.(den/d)