SUKABUMI — Pesatnya perkembangan kawasan industri berbasis otomasi di wilayah Cicurug mendorong dunia pendidikan menyiapkan generasi masa depan yang adaptif terhadap teknologi. Menjawab tantangan tersebut, Badan Pendidikan Kristen (BPK) Penabur Cicurug mengambil langkah visioner dengan mengintegrasikan pembelajaran Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM), robotik, coding, hingga Artificial Intelligence (AI) ke dalam kurikulum intrakurikuler wajib mulai Tahun Ajaran 2026/2027.
Program ini diterapkan bertahap mulai jenjang Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) di lingkungan BPK Penabur Cicurug, Jalan Cicatih Nomor 1A, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi.
Ketua Yayasan BPK Penabur Cicurug, David F.C. Dharmadjaja, menegaskan penguatan pendidikan berbasis teknologi menjadi kebutuhan mendesak di tengah transformasi industri modern.
“Kami membangun fondasi agar anak-anak siap menjadi inovator dan pemimpin masa depan yang mengendalikan teknologi. Komitmen kami adalah mencetak generasi yang tidak hanya unggul akademis, tetapi juga adaptif dan taktis,” ujarnya kepada Radar Sukabumi, Minggu (7/6).
Melalui program ini, siswa dibekali kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan problem solving sejak dini. Kurikulum disusun agar siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengaplikasikan teknologi sesuai kebutuhan industri modern.
Untuk mendukung pembelajaran, sekolah menyiapkan perangkat robotik sesuai jenjang. Siswa TK diperkenalkan dengan kit UARO sebagai media dasar logika dan kreativitas. Siswa SD menggunakan perangkat MRT GOMA dan MRT3 untuk mempelajari konsep robotik serta pemrograman sederhana. Sedangkan siswa SMP mulai diperkenalkan dengan papan mikrokontroler Arduino guna mempelajari pemrograman tekstual dan simulasi otomatisasi industri.




