SUKABUMI – Pemerintah Kota Sukabumi melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) bergerak cepat mengklarifikasi beredarnya flyer yang mencatut nama dan foto Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, serta menggunakan logo resmi Pemerintah Kota Sukabumi.
Kepala Bidang IKP Diskominfo Kota Sukabumi, Tantan Sontani, menegaskan bahwa informasi tersebut bukan berasal dari Wali Kota maupun Pemerintah Kota Sukabumi. Klarifikasi dilakukan setelah pihaknya menerima laporan terkait penyebaran flyer melalui berbagai grup WhatsApp.
“Dari staf Wali Kota hingga kepala dinas sudah menyampaikan bahwa Pak Wali tidak pernah membuat atau mengeluarkan pernyataan sebagaimana tercantum dalam flyer tersebut. Pemerintah Kota Sukabumi juga tidak pernah menerbitkan flyer itu,” ujar Tantan kepada Radar Sukabumi, Selasa (2/6).
Hasil penelusuran sementara menunjukkan penyebaran flyer lebih banyak terjadi melalui aplikasi WhatsApp dan belum meluas ke media sosial. Meski isi pesannya tidak mengandung unsur negatif, penggunaan identitas pejabat dan logo pemerintah tanpa izin tetap dikategorikan sebagai informasi palsu.
“Walaupun kontennya tidak bernada negatif, tetap saja ini termasuk kategori imposter content atau konten peniru. Mengatasnamakan Wali Kota dan menggunakan identitas pemerintah tanpa dasar yang sah membuat konten tersebut masuk kategori hoaks,” tegasnya.
Diskominfo segera menerbitkan pernyataan resmi dan menyebarluaskan klarifikasi agar masyarakat tidak terjebak informasi keliru. Hingga kini, pihaknya masih menelusuri siapa pembuat dan penyebar pertama flyer tersebut.
“Kami masih menelusuri siapa pembuatnya dan dari mana asalnya. Yang terpenting saat ini adalah mencegah agar informasi tersebut tidak berkembang lebih jauh dan menimbulkan persepsi keliru di masyarakat,” tambahnya.






