SUKABUMI – Ratusan kader Penggerak Nahdlatul Ulama (KPNU) dari Kabupaten dan Kota Sukabumi menggelar silaturahmi dan halal bihalal sebagai momentum memperkuat kaderisasi Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja), nasionalisme, serta gerakan anti kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Kegiatan penuh kekeluargaan ini dihadiri berbagai elemen kader NU dan menjadi ruang konsolidasi untuk menghidupkan kembali semangat perjuangan kader di tengah tantangan sosial yang semakin kompleks.
Koordinator silaturahmi kader PKPNU sekaligus Komisioner Komnas Perempuan, Daden Sukendar, menegaskan bahwa kegiatan ini murni silaturahmi antar kader NU. “Sekalian halal bihalal dan konsolidasi untuk menggerakkan kembali kaderisasi Aswaja dan nasionalisme,” ujarnya, Minggu (17/5).
Menurutnya, kader PKPNU memiliki tanggung jawab menjaga nilai-nilai Aswaja An-Nahdliyah sekaligus memperkuat komitmen terhadap NKRI. Ia menekankan kegiatan ini tidak berkaitan dengan agenda politik praktis maupun muktamar NU. “Kalau pun ada semangat menjaga marwah Nahdlatul Ulama, itu bagian dari tanggung jawab moral kader, bukan konsolidasi politik,” tegasnya.
Selain silaturahmi, kegiatan juga menyoroti persoalan sosial, khususnya kasus kekerasan seksual di lingkungan pendidikan termasuk pesantren. Daden menekankan pentingnya menjaga citra pesantren sebagai lembaga mulia. “Pesantren adalah lembaga mulia. Jangan sampai citranya tercoreng oleh ulah oknum,” ucapnya.




