KABUPATEN SUKABUMI

Ketika Sampah Menjadi Cermin Wajah Kota

×

Ketika Sampah Menjadi Cermin Wajah Kota

Sebarkan artikel ini
Personel DLH Sukabumi berupaya mengangkut sampah meski armada terbatas, sebuah kerja keras yang sering luput dari sorotan

SUKABUMI – Di sepanjang Jalan Cipatuguran hingga kawasan alun-alun Palabuhanratu, pemandangan yang seharusnya menampilkan wajah kota wisata justru dipenuhi tumpukan sampah. Ironisnya, beberapa waktu lalu serakan sampah itu sempat viral karena berada tepat di bawah tulisan “Mubarakah” – seolah menjadi simbol kontras antara harapan dan kenyataan.

Bank bjb Tandamata

Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi, Nuryamin, tidak menampik kondisi tersebut. Ia menyebut persoalan sampah di Palabuhanratu adalah masalah klasik yang belum tertangani optimal. “Di tengah keterbatasan armada, kami tetap berupaya mengoptimalkan layanan. Beberapa waktu lalu kami bahkan mengangkut 16 truk sampah dalam satu hari di SPPG Benda,” ujarnya.

Namun, keterbatasan bukan hanya soal armada. Dari 54 kendaraan pengangkut sampah yang dimiliki, tujuh di antaranya rusak berat. Padahal, idealnya Kabupaten Sukabumi membutuhkan sekitar 250 armada untuk melayani seluruh wilayah. Akibatnya, dari 386 desa dan kelurahan, baru 154 yang terlayani. Dari 47 kecamatan, hanya 36 yang mendapat layanan rutin.

Keterbatasan fasilitas Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPSS) dan TPS 3R juga memperburuk keadaan. Masyarakat sering kebingungan membuang sampah, sementara sungai dan laut jelas bukan pilihan. “Ini memang anomali. Budaya masyarakat belum tertib, pemerintah pun belum optimal menghadirkan sarana. Tapi kalau tidak dimulai sekarang, kapan lagi?” tegas Nuryamin.