SUKABUMI – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (BEM PTNU) se-Nusantara Daerah Sukabumi Raya menggelar aksi di Kantor UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan Wilayah II Sukabumi, Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (BMPR) Provinsi Jawa Barat, Jumat (13/2).
Aksi Jilid II bertajuk Evaluasi Kinerja UPTD BMPR Wilayah II ini dipimpin Koordinator BEM PTNU Sukabumi Raya, Aceng Supyan, bersama Syahrul Ramadan, dengan pengawalan ketat aparat kepolisian.
Dalam orasinya, mahasiswa menilai kondisi infrastruktur jalan provinsi di Sukabumi semakin memprihatinkan. Mereka menyoroti ruas jalan rusak yang dibiarkan berbulan-bulan, kualitas pekerjaan yang dianggap tidak sesuai standar, hingga temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang hampir selalu muncul tiap tahun anggaran. Jalur Lingkar Selatan dan overpass Cibeureum disebut belum terawat optimal, sementara amblasnya Tembok Penahan Tanah (TPT) di ruas Jalan Sukabumi–Sagaranten dianggap bukti lemahnya pengawasan.
Mahasiswa juga mempertanyakan efektivitas anggaran pemeliharaan jalan yang mencapai Rp200 miliar pada 2025 untuk total panjang 840 kilometer jalan provinsi di Sukabumi. Mereka menyoroti dugaan lemahnya pengawasan tender proyek, termasuk proyek ruas Jampang Tengah–Kiaradua senilai Rp50 miliar.






