SUKABUMI – Jejak pengabdian Kasatpol PP Kabupaten Sukabumi, Akhmad Riyadi, resmi berakhir. Setelah puluhan tahun mengabdi di birokrasi pemerintahan, Riyadi menutup perjalanan tugasnya sebagai Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kabupaten Sukabumi, terhitung Sabtu, 31 Januari 2026.
Purna tugas Riyadi bukan sekadar berakhirnya sebuah jabatan struktural. Bagi keluarga besar Satpol PP Kabupaten Sukabumi, momen ini menjadi peristiwa emosional—perpisahan dengan sosok pemimpin yang dikenal tegas dalam penegakan aturan, namun tetap humanis dalam membina anggotanya.
Sejak menjabat Kasatpol PP pada 3 Oktober 2023, Riyadi dinilai berhasil menghadirkan kepemimpinan yang menenangkan sekaligus menguatkan. Ia bukan tipe pimpinan yang hanya memberi instruksi dari balik meja, melainkan figur yang kerap turun langsung ke lapangan, berdiri sejajar dengan anggota dalam setiap situasi krusial.
Sekretaris Satpol PP Kabupaten Sukabumi, Arianja Hasbulwafi, mewakili seluruh personel menyampaikan penghormatan dan apresiasi mendalam atas dedikasi Riyadi.
“Pak Riyadi bukan hanya atasan, tapi teladan. Beliau mengajarkan kami bagaimana menjalankan tugas dengan disiplin dan integritas, tanpa kehilangan rasa kemanusiaan,” ujarnya.
Di bawah kepemimpinan Riyadi, Satpol PP Kabupaten Sukabumi dinilai semakin solid dan profesional. Penegakan peraturan daerah, pengamanan kegiatan publik, hingga penanganan konflik sosial dijalankan dengan pendekatan tegas namun terukur. “Kehadiran Pak Riyadi di lapangan menjadi energi moral tersendiri bagi anggota. Beliau selalu hadir ketika situasi sulit. Itu yang membuat anggota merasa dipimpin, bukan sekadar diperintah,” tambah Arianja.
Lebih lanjut, Arianja menegaskan bahwa Riyadi meninggalkan warisan nilai kepemimpinan berupa keteladanan, kesederhanaan, dan loyalitas terhadap tugas negara. “Banyak anggota Satpol PP menjadikan beliau sebagai figur panutan dalam menjalani karier di birokrasi,” katanya.
Menurutnya, keberhasilan seorang pemimpin tidak selalu diukur dari lamanya masa jabatan, melainkan dari pengaruh positif yang ditinggalkan. “Beliau telah membangun kultur kerja yang disiplin tapi tidak kaku, tegas tapi tetap manusiawi. Fondasi ini akan terus kami jaga dan lanjutkan,” tegasnya.





