KOTA SUKABUMI

Wali Kota Sukabumi: Pembangunan Harus Dikeroyok Bersama

×

Wali Kota Sukabumi: Pembangunan Harus Dikeroyok Bersama

Sebarkan artikel ini
KONFERENSI: Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki secara resmi membuka Konferensi Cabang III Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Kota Sukabumi yang digelar di Toserba Selamat, Kamis (8/01).
KONFERENSI: Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki secara resmi membuka Konferensi Cabang III Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Kota Sukabumi yang digelar di Toserba Selamat, Kamis (8/01).

SUKABUMI – Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, resmi membuka Konferensi Cabang III Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Kota Sukabumi di Toserba Selamat, Kamis (8/1). Kegiatan bertema

“Merawat Tradisi, Menguatkan Kemandirian, dan Meneduhkan Peradaban Menuju Kota Sukabumi Bercahaya” ini menjadi momentum penguatan peran Muslimat NU sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam pembangunan sosial dan keumatan.

Bank bjb Tandamata

“Tema tersebut selaras dengan visi Pemerintah Kota Sukabumi dalam membangun masyarakat religius, mandiri, dan sejahtera,” ujar Ayep.

Ia mengapresiasi program strategis Muslimat NU yang dinilai sejalan dengan 26 indikator pembangunan daerah, seperti Dakwah Keliling (Darling), penanganan kemiskinan ekstrem, dan program kesehatan. Menurutnya, program tersebut mampu menjangkau langsung kebutuhan masyarakat di akar rumput.

Ayep menegaskan percepatan pembangunan tidak bisa dilakukan pemerintah semata, melainkan harus melalui sinergi dengan seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi keagamaan.

“Pembangunan harus dikeroyok bersama agar hasilnya optimal dan berkelanjutan,” ucapnya.

Terkait kemiskinan ekstrem, Ayep menyebut sekitar 65 ribu warga Sukabumi masuk kategori desil satu dan dua. Kondisi ini, katanya, membutuhkan intervensi serius melalui pembagian peran pendanaan antara pemerintah pusat, provinsi, dan kota.