CIKOLE — Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan (Infraswil) Bappeda Kota Sukabumi menggelar Rapat Lanjutan Penyepakatan Luasan Lahan Baku Sawah (LBS) pada Selasa (2/12), bertempat di Ruang Pertemuan Atas Bappeda Kota Sukabumi. Kegiatan ini dipimpin oleh Kepala Bidang Infraswil Bappeda Kota Sukabumi, Frendy Yuwono.
Rapat tersebut merupakan tindak lanjut dari Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi LBS Parsial Pulau Jawa Tahun 2025 yang digelar Pemerintah Pusat. Dalam agenda nasional itu, setiap daerah diminta menyiapkan data LBS yang akurat sebagai dasar verifikasi.
Melalui rapat lanjutan ini, Bappeda Kota Sukabumi melakukan pembahasan mendalam untuk menyepakati luasan LBS secara lebih presisi dan terintegrasi, sesuai kondisi aktual di lapangan. Penyepakatan yang solid diperlukan agar data yang disampaikan ke pemerintah pusat benar-benar valid dan dapat dipertanggungjawabkan.
Menurut Frendy Yuwono, ketepatan data LBS memiliki peran strategis dalam perlindungan lahan pertanian.
“Pendataan yang akurat sangat penting untuk menjaga keberlanjutan lahan sawah dan mencegah alih fungsi yang tidak terkendali. Ini bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan daerah,” ujarnya.
Verifikasi LBS menjadi langkah penting dalam pengendalian ruang dan penguatan sektor pertanian, terutama di tengah dinamika pembangunan perkotaan. Data yang telah disepakati nantinya akan menjadi acuan pemerintah pusat dalam menetapkan LBS resmi Kota Sukabumi.
Pemkot Sukabumi berharap proses verifikasi berjalan lancar sehingga kebijakan perlindungan lahan pertanian dapat diarahkan lebih optimal dan berkelanjutan, demi memastikan ketersediaan pangan di masa mendatang. (Bam)






