KABUPATEN SUKABUMI

Operasi Zebra Lodaya 2025 Dimulai, Ini Tiga Fokus Utamanya

×

Operasi Zebra Lodaya 2025 Dimulai, Ini Tiga Fokus Utamanya

Sebarkan artikel ini
Polres Sukabumi melalui Satuan Lalu Lintas resmi menggelar Operasi Zebra Lodaya 2025.
Polres Sukabumi melalui Satuan Lalu Lintas resmi menggelar Operasi Zebra Lodaya 2025.

SUKABUMI —  Polres Sukabumi melalui Satuan Lalu Lintas resmi menggelar Operasi Zebra Lodaya 2025. Operasi yang berlangsung serentak di seluruh Jawa Barat ini menargetkan tiga fokus utama: benda, orang, dan lokasi.

Kasat Lantas Polres Sukabumi, AKP Arif Saepul Haris, menyatakan bahwa operasi tahun ini bertujuan menekan angka kecelakaan dan meningkatkan kedisiplinan masyarakat dalam berlalu lintas.

Bank bjb Tandamata

“Operasi Zebra bukan sekadar razia. Ini adalah langkah komprehensif untuk mengembalikan ketertiban di jalan dan menurunkan risiko fatalitas kecelakaan,” ujar Arif, Rabu (19/11/2025).

*🎯 Sasaran Operasi:*
– *Benda:* Meliputi kendaraan dan kelengkapannya, seperti knalpot tidak sesuai spesifikasi, pelat nomor modifikasi, dan kendaraan tidak layak jalan.
– *Orang:* Fokus pada perilaku pengendara, termasuk penggunaan ponsel saat berkendara, tidak memakai helm SNI atau sabuk pengaman, melawan arus, dan berkendara di bawah pengaruh alkohol.
– *Lokasi:* Menyasar titik rawan kecelakaan, jalan arteri dan tol, kawasan tertib lalu lintas, terminal, pasar, pusat keramaian, serta area perusahaan dan pabrik.

Selain penindakan, Satlantas Polres Sukabumi juga memperkuat edukasi melalui spanduk, baliho, media elektronik, media sosial, serta penyuluhan ke sekolah dan kampus. Kegiatan Turjawali juga digelar di pusat-pusat keramaian.

“Pendekatan kami tidak melulu penindakan. Edukasi tetap jadi prioritas. Namun jika ada pelanggaran yang membahayakan orang lain, tentu akan kami tindak di tempat,” tegas Arif.

Polres Sukabumi juga mengoptimalkan penindakan berbasis teknologi melalui sistem ETLE (Electronic Traffic Law Enforcement), khususnya untuk pelanggaran yang terekam kamera pengawas.

“Kami ingin masyarakat merasa aman di jalan. Keteraturan bukan hanya tugas polisi, tapi tanggung jawab bersama,” tutup Arif.(ndi/d)