SUKABUMI – Duka mendalam menyelimuti keluarga AK (15), siswi kelas VIII di salah satu Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) di Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, yang ditemukan meninggal dunia akibat gantung diri di rumahnya. Peristiwa memilukan ini diduga dipicu oleh tekanan psikologis dan perundungan (bullying) yang dialaminya di lingkungan sekolah.
AK dikenal sebagai anak salehah, berprestasi, dan aktif dalam berbagai kegiatan sekolah. Ia tercatat sebagai pengibar bendera, anggota Pramuka Garuda, dan pernah menerima penghargaan dari Bupati Sukabumi.
“Dia anak baik, rajin salat, berprestasi, dan aktif di madrasah. Tapi beberapa minggu terakhir dia sering mengeluh tidak nyaman di sekolah,” ujar Topick Wallhidayat (35), paman korban, saat ditemui di rumah duka di Desa Bojong, Jumat (31/10).
Keluhan AK sempat disampaikan ibunya kepada wali kelas, namun respons yang diterima dinilai kurang memadai. Bahkan, setelah disampaikan kepada pihak yang diduga melakukan perundungan, korban justru mendapat ejekan yang semakin memperburuk kondisinya.
“Korban makin tertekan setelah dipanggil ‘anak mama’ oleh temannya. Sejak itu dia makin pendiam dan minta pindah sekolah,” tambah Topick.




