KABUPATEN SUKABUMI

Di Tengah Ancaman Bencana, Sukabumi Satukan Relawan Lewat FPRB

×

Di Tengah Ancaman Bencana, Sukabumi Satukan Relawan Lewat FPRB

Sebarkan artikel ini
Kalak BPBD Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena bersama jajarannya dan para relawan saat foto bersama usai Mubes Pembentukan FPRB di Cikembar.
Kalak BPBD Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena bersama jajarannya dan para relawan saat foto bersama usai Mubes Pembentukan FPRB di Cikembar.

SUKABUMI – Kabupaten Sukabumi kini memiliki wadah resmi bagi para relawan kebencanaan. Melalui Musyawarah Besar (Mubes) yang digelar di Pusbangdai Cikembang, Kecamatan Cikembar, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi membentuk Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) sebagai langkah strategis menghadapi potensi bencana alam yang terus mengintai wilayah rawan ini.

Dikenal sebagai daerah dengan tingkat kerawanan bencana tertinggi di Jawa Barat, Sukabumi dikelilingi gunung, laut, dan jalur sesar aktif. Ancaman gempa bumi, longsor, banjir, hingga tsunami menjadi tantangan nyata yang harus dihadapi dengan kesiapsiagaan kolektif.

Bank bjb Tandamata

Mubes FPRB dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, didampingi jajaran pejabat daerah, termasuk staf ahli bupati, kepala Kesbangpol, Kadinsos, Kadis Kominfo, Satpol PP, dan camat setempat.

“Kegiatan ini penting sebagai upaya kolektif agar masyarakat lebih siap menghadapi potensi bencana yang bisa terjadi kapan saja,” ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD, Agung Koswara Adiwiguna.

Dalam forum tersebut, peserta membahas agenda strategis melalui tiga sidang pleno, mulai dari penetapan kuorum, pembahasan statuta, penyusunan program kerja, hingga pemilihan ketua dan tim formatur.

Hasilnya, KH. Encep Hadiana, S.IP., M.Si terpilih sebagai Ketua FPRB Kabupaten Sukabumi periode 2025–2030. Sosok yang dikenal dekat dengan komunitas ini diharapkan mampu menyatukan langkah berbagai elemen masyarakat dan organisasi sosial.

“FPRB bukan sekadar wadah, tapi rumah besar bagi relawan. Kita ingin kolaborasi yang lebih terarah dan sistematis, baik sebelum, saat, maupun setelah bencana,” tegas Agung.