PURWAKARTA – Ruas jalan Purwakarta-Wanayasa, Jawa Barat (Jabar), saat ini dinilai dalam kondisi rusak sedang. Hasil pantauan, dibeberapa titik pada ruas jalan sepanjang sekitar 22 kilometer itu terdapat banyak lubang-lubang kecil dan beberapa titik lainnya retak-retak.
Meskipun begitu, untuk meningkatkan agar kondisi jalan tersebut menjadi lebih baik atau mulus, Pemprov Jabar melalui Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (BMPR) Jabar, mengalokasikan anggaran miliaran rupiah bersumber dari APBD Jabar, tahun 2025.
Namun yang menjadi pertanyaan publik, hingga saat kini ruas jalan Purwakarta – Wanayasa itu belum adanya tanda-tanda akan segera diperbaiki atau dikerjakan. Sehingga publik pun merasa heran dan mempertanyakan, mengapa hingga kini belum dikerjakan?
Berdasarkan informasi yang tertera di papan atau plang proyek yang dipasang, diketahui bahwa ruas jalan Purwakarta-Wanayasa itu telah diproyeksikan paket pekerjaan rekonstruksi. Bahkan diplang tersebut tercatat pula alokasi anggaran senilai Rp10 miliar lebih.
Selain itu tanggal kontrak pun terhitung sejak 1 Agustus 2025 lalu, dan masa pekerjaannya selama 150 hari kalender, dengan masa pemeliharaan jalan selama 365 hari (1 tahun).
Adapun kewenangan pengelolaan ruas jalan milik Provinsi Jabar tersebut ada pada pihak UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan (PJJ) Wilayah Pelayanan (WP) III, yang beralamat kantor di Jalan Soekarno – Hatta, Kota Bandung.
Saat berita ini di publish, belum didapat penjelasan terkait belum dikerjakannya rekonstruksi pada ruas jalan tersebut. Hal ini pula menimbulkan beragam spekulasi dari beberapa sumber, mereka menduga ada unsur sengaja pengerjaan ditunda.
“Mungkin sengaja ditunda atau belum dikerjakan agar masa pelaksanaan-nya sesuai dengan jadwal yang tertulis di papan proyek itu. Sebab, jika dikerjakan sekarang, kemungkinan tidak sampai dengan batas waktu selama 150 hari,” tutur Wardju, warga Purwakarta.
“Atau mungkin nunggu kondisi jalan ini rusak parah baru dikerjakan. Padahal Kang Dedi Mulyadi (KDM) sebelum telah mewanti-wanti bahwa kondisi jalan di Jabar harus mulus semua. Jangan sampai udah rusak parah baru mau diperbaiki,” ungkapnya, mengutip pernyataan KDM, Selasa (2/9/2025). (Ron)






