BERITA UTAMA

Ini Lima Tuntutan Warga Sukamulya Saat Demo di PT Paiho, Tuntut Tenaga Kerja Lokal!

×

Ini Lima Tuntutan Warga Sukamulya Saat Demo di PT Paiho, Tuntut Tenaga Kerja Lokal!

Sebarkan artikel ini
DIDEMO: Warga saat menggelar aksi demonstrasi di depan pabrik PT Paiho Indonesia, Desa Sukamulya, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi.(FOTO: UNTUK RADAR SUKABUMI)
DIDEMO: Warga saat menggelar aksi demonstrasi di depan pabrik PT Paiho Indonesia, Desa Sukamulya, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi.(FOTO: UNTUK RADAR SUKABUMI)

SUKABUMI – Puluhan warga Desa Sukamulya, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, menggelar aksi unjuk rasa di depan PT Paiho Indonesia pada Kamis (26/6) dengan tuntutan. Aksi ini digelar oleh massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Sukamulya sebagai bentuk protes terhadap kebijakan rekrutmen tenaga kerja di perusahaan tersebut.

Dengan membawa mobil komando dan iring-iringan sepeda motor, massa menyuarakan lima tuntutan utama kepada manajemen perusahaan. Tuntutan tersebut meliputi:

Bank bjb Tandamata
  • 1. Menghentikan rekrutmen tenaga kerja harian lepas (HL).
    2. Mengangkat seluruh tenaga kerja HL menjadi karyawan tetap (PKWTT).
    3. Memberantas praktik percaloan dalam proses rekrutmen.
    4. Memprioritaskan tenaga kerja dari warga lokal.
    5. Memenuhi seluruh hak-hak pekerja.

Koordinator aksi, Eden Suhendar, menegaskan bahwa jika tuntutan tersebut tidak direspons, warga akan kembali turun ke jalan dengan jumlah massa yang lebih besar.

“Kalau tidak ada tanggapan, kami akan datang lagi. Bahkan, kami akan laporkan langsung ke Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi,” tegas Eden.

Ia mengungkapkan bahwa selama ini warga Desa Sukamulya kesulitan mendapatkan pekerjaan di PT Paiho, sementara pelamar dari luar daerah justru lebih mudah diterima.

“Banyak warga luar desa yang bisa masuk dengan mudah, bahkan diduga dibuatkan surat domisili palsu seolah-olah warga sini. Kami curiga ada praktik uang pelicin, meski belum bisa menyebut siapa pelakunya,” ujarnya.

Eden juga menyampaikan keluhan warga yang mengaku harus membayar sejumlah uang kepada pihak tertentu agar bisa diterima bekerja.

“Masuk ke PT Paiho katanya harus bayar. Kalau rekrutmennya transparan, hal seperti ini tidak akan terjadi. Akibatnya, warga lokal makin tersingkir,” katanya.

Ia mendesak perusahaan untuk segera berbenah dan berpihak kepada masyarakat setempat. Selain itu, Eden meminta pemerintah dan aparat penegak hukum mengusut tuntas dugaan pungli dalam proses rekrutmen tenaga kerja.