Geliat ekonomi masyarakat Gintangan yang berakar pada kerajinan bambu dikemas cukup apik dalam sajian tari. Siang Minggu (6/5), untuk pertama kali belasan penari menampilkan tarian ini di depan publik.
SHULHAN HADI, Blimbingsari
Sebuah fragmentasi seni dibuka dengan penampilan tari gandrung. Setelah menyajikan gerakan tari, para penari kemudian bersimpuh di sepanjang karpet yang memanjang di depan pentas.
Selanjutnya, dua penari dengan karakter Betara Kala datang dan bersemayam pada sebuah rimbunan bambu. Setelah itu, empat pria berpakaian merah menari-nari, mereka ini digambarkan sebagai masyarakat desa yang berniat menebang bambu untuk kebutuhan sehari-hari.
Namun, rencana itu tidak berjalan mulus. penebangan bambu baru bisa dilakukan setelah mereka mendapat petunjuk dari sesepuh desa. Adegan tersebut digambarkan dengan seorang berkumis putih dan berjubah putih, bersila lalu bertapa.
Selanjutnya, rimbunan bambu bergoyang tidak karuan. Penghuni bambu pun kemudian keluar bersama seorang putri cantik jelita. Penuturan kisah tersebut diwujudkan dalam bentuk tarian yang indah dengan iringan gamelan yang cukup rancak.



