BERITA UTAMA

Update Petani Tertembak Peluru Nyasar Saat Tertidur, Satu Pemburu Ditangkap 

×

Update Petani Tertembak Peluru Nyasar Saat Tertidur, Satu Pemburu Ditangkap 

Sebarkan artikel ini
Suasana lokasi seorang petani bernama Otib (60), yang tewas diduga akibat peluru nyasar saat berada di saung huma kawasan lahan Perhutani Cisujen Blok 10, Desa Sumberjaya, Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi.(FOTO : NANDI/ RADARSUKABUMI)
Suasana lokasi seorang petani bernama Otib (60), yang tewas diduga akibat peluru nyasar saat berada di saung huma kawasan lahan Perhutani Cisujen Blok 10, Desa Sumberjaya, Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi.(FOTO : NANDI/ RADARSUKABUMI)

SUKABUMI –  Jajaran kepolisian Polres Sukabumi terus dalami kasus peristiwa seorang petani bernama Otib (60), yang tewas diduga akibat peluru nyasar saat berada di saung huma kawasan lahan Perhutani Cisujen Blok 10, Desa Sumberjaya, Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi.

Dimana, saat ini jajaran kepolisian melalui Satreskrim telah mengamanman seorang pria berinisial JF, yang diduga sebagai pemburu babi, telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan intensif.

Bank bjb Tandamata

Kapolres Sukabumi, AKBP Samian mengungkapkan, insiden tersebut terjadi akibat kelalaian saat perburuan, yang berujung pada salah sasaran tembak hingga menyebabkan korban kehilangan nyawa.

“Alhamdulillah, kita sudah mengamankan satu orang terduga pelaku. Ia diduga lalai sehingga menyebabkan orang lain meninggal dunia,” ungkap AKBP Samian, Kamis (24/4/2025).

 “Saat ini, pelaku sedang dalam pemeriksaan intensif. Kami juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara, dan juga melaksanakan otopsi terhadap korban,” imbuhnya.

Sementara itu ditambahkan Kasat Reskrim Polres Sukabumi, Iptu Hartono, dari hasil penyelidikan awal, penembakan terjadi saat kegiatan perburuan babi liar yang berlangsung pada malam hari, tepatnya Selasa, 22 April 2025 sekitar pukul 23.00 WIB. Terduga pelaku, JF, diduga kuat mengabaikan standar operasional prosedur (SOP) dan aspek keselamatan saat berburu.

“Perburuan dilakukan pada malam hari, dan diduga terjadi kelalaian karena tidak menerapkan standar keamanan. Inilah yang mengakibatkan tembakan meleset dan mengenai korban,” jelas Iptu Hartono.