SUKABUMI – Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (BMPR) Provinsi Jawa Barat, Bambang Tirtoyuliono, akhirnya angkat bicara terkait kondisi ruas Jalan Baros- Sagaranten, tepatnya Kampung Jati, Desa Mekarsari, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, yang terancam putus akibat bencana retakan tanah.
Jalan Raya Provinsi Jawa Barat yang terdampak dari bencana alam tersebut, nyaris putus. Lantaran, kondisi tanah yang berada dibawah badan jalan tersebut, amblas setinggi 2 meter dengan panjang sekitar 20 meter.
“Itu penyebabnya longsoran pada lereng bagian bawah jalan. Jadi, beton jalannya menggantung,” kata Bambang kepada Radar Sukabumi pada Jumat (29/11) malam.
Kondisi badan jalan yang terancam putus akibat bencana retakan tanah tersebut, sambung Bambang, statusnya masih dalam proses pemeliharaan pihak ke tiga. Yakni, PT Trimukti. “Kita sudah koordinasi untuk menangani persoalan itu, dan pihak ketiga sebegai penyedia jasa itu akan membongkar kembali beton jalan yang menggantung atau terancam putus akibat bencana itu,” tandasnya.
“Intinya, kami akan melakukan perbaikan secepatnya, untuk menggantikan beton satu lajur yang menggantung itu, dan akan kita bongkar dan diganti,” bebernya.
Dalam perbaikan badan jalan yang terancam putus tersebut, Bambang menjwab, akan membutuhkan proses waktu sekitar 2 minggu pekerjaan. Untuk memaskimalkan kegiatan perbaikan tersebut, pihaknya mengaku akan mendesak PT Trimukti sebagai penyedia jasa, untuk bergerak cepat dalam perbaikannya.
“Saya juga akan meminta dan mendesak kepada pihak ke tiga dalam hal ini, PT Trimukti untuk cepat bekerjanya dilapangan dalam perbaikan jalan tersebut,” timpalnya.






