CIKAKAK – Lampu penerangan jalan umum (PJU) di tanjakan Sukawayana, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi, yang sempat menyala selama acara Healthy Cities Summit 2024 beberapa bulan lalu, kini kembali padam.
Tidak sedikit, dengan kondisi ini menuai keluhan dari sejumlah warga, khususnya mereka yang sering melintasi kawasan tanjakan Sukawayana menuju Palabuhanratu maupun arah sebaliknya terlebih di malam hari.
Seperti diungkapkan Ugan Sugandi (52) warga Cisolok pedagang di Pasar Palabuhanratu, menurutnya ketiadaan penerangan membuat tanjakan Sukawayana, desa Cikakak tersebut terasa lebih rawan dan membahayakan pengguna jalan.
Sehingga kata Ugan lagi tidak menyalannya beberapa tiang lampu PJU, pengendara harus ekstra hati-hati saat melewati jalan yang menanjak dan berkelok tersebut, terutama pada tengah malam saat jarak pandang semakin terbatas.
“Padamnya PJU ini sangat mengganggu, apalagi banyak pengendara yang melewati jalan ini pada malam hari, udah pada tahu kan disini kalau siang itu banyak monyet, bagaimana kalau malam hari tiba tiba menyerang, karena keberadaanya tidak terlihat” ungkapnya.
Untuk itu, Ugan berharap agar pihak berwenang segera memperbaiki penerangan di kawasan itu, mengingat pentingnya fasilitas tersebut bagi keselamatan pengguna jalan yang melintas, terlebib dirinya setiap hari beraktivitas di pasar Palabuhanratu.
“Saya berangkat dari Cisolok itu menjelang Subuh, pulang malam seperti jam segini, bisa dilihat jalanan kalau sepi, kondisi gelap, takut juga kan,” jelasnya.
Sementara itu ditambahkan Aip Mulyadin warga Cikakak mengungkapkan lampu lampu PJU disekitar tanjakan Sukawayana sempat menyala selama acara besar Healthy Cities Summit 2024 berlangsung, namun setelah itu kembali padam tanpa adanya tindak lanjut.
“Ya tentunya harapan kami sebagai warga ada perbaikan yang lebih berkelanjutan agar PJU di tanjakan Sukawayana dapat berfungsi sebagaimana mestinya, mengingat lokasi ini merupakan jalur penting yang sering dilewati oleh penduduk lokal maupun pengendara dari luar daerah,” timpalnya.
Masih kata Aip Mulyadin kondisi gelap di tanjakan Sukawayana tidak hanya menimbulkan kekhawatiran soal keselamatan, tetapi juga memicu keresahan akan potensi kriminalitas yang dapat terjadi di tempat sepi dan minim penerangan.
“Malam hari itu situasinya gelap sekali, sementara kendaraan dari arah berlawanan kadang melaju kencang. Tanpa PJU, resiko kecelakaan tentu meningkat,” terang Aip warga yang setiap hari melewati tanjakan tersebut.
“Sama kami pun berharap pemerintah segera turun tangan untuk menindaklanjuti masalah PJU ini, kami sebagai warga menginginkan agar lampu penerangan di tanjakan ini dapat kembali menyala secara konsisten, demi keamanan dan kenyamanan semua pengguna jalan,” tandasnya. (Ndi)




