SUKABUMI – Jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2024 yang akan dihelat pada 27 November mendatang, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Sukabumi, gembleng Panita Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam) se Kabupaten Sukabumi terkait tata cara penggunaan aplikasi Sistem Pengawasan Pemilih (SIWASLIH).
Komisioner Bawaslu Kabupaten Sukabumi, Muidul Fitri Atoilah mengatakan bimbingan teknis (Bimtek) yang digelar di salah satu hotel di wilayah Kota Sukabumi dalam rangka peningkatan kapasitas pengawas melalui aplikasi SIWASLIH.
“Kegiatan ini dalam rangka peningkatan kapasitas pengawasan melalui aplikasi SIWASLIH. Khusus untuk mensimulasikan cara pengoperasian aplikasi SIWASLIH. Yang mana nanti akan diaktifasi langsung hingga ke tingkat PTPS,” ujar pria yang akrab disapa Mufa kepada awak media, pada Selasa (29/10).
Menurutnya, hal ini juga untuk memberikan pemahaman kepada seluruh Panwascam dan staf Panwascam agar paham pengoperasian aplikasi SIWASLIH, dimulai dari tatacara untuk mendowload, pendaftaran akun. Pun cara bagaimana teknis pengoperasian yang di dalamnya berkenaan dengan teknis pengawasan apa yang harus diinput.
“Dadi mulai masa tenang sampai rekapitulasi suara dan itu akan diaktivasikan hingga ke tingkat PTPS. Hanya secara berjenjang. Jadi Bimtek dulu para panwascamnya, setelah para panwascam paham nanti panwascam menyampaikan kepada seluruh pengawas desa,” jelasnya.
Lanjut Mufa, setelah itu, dari pengawas desa menyampaikan Bimtek kepada PTPS-nya kepada seluruh PTPS. “Jadi sekali lagi untuk pengoperasian aplikasi SIWASLIH,” imbuh Mufa.
Disinggung mengenai apa saja yang menjadi kendala dalam pengoperasian aplikasi secara keseluruhan memang ada, sama seperti pada Pemilu 2024 melalui aplikasi SIWASLIH.
“Kalau kendala aplikasi itu sama halnya ketika pelaksanaan pemilu, kendala teknis, jaringan down. Jadi ketika dipusat jaringan down, kita gak bisa mengoperasikannya,” cetusnya.
Selain itu, ada beberapa kecamatan yang masih blankspot, yang mana beberapa Desa, TPS itu sama sekali tidak ada sinyal, tapi sudah ada penyesuaian dengan aplikasi ini.
“Sehingga jika tidak ada sinyal, tetap bisa dioperasikan nanti, yang penting pertama mengimput dulu, tahu dulu pemantauan C hasil, mengimput total. Jadi kendala teknis sudah diantisipasi dan dipersiapkan oleh pengembang, bahkan narasumbernya pun langsung kita ada dari pengembang yang membuat aplikasi SIWASLIH,” ungkapnya.
Sejauh ini, kata Mufa aplikasi ini juga sempat digunakan pada Pemilu 2024 yaitu SIWASLU dan saat ini ganti menjadi SIWASLIH. Menurutnya aplikasi ini penyempurnaan dari aplikasi pada Pemilu 2024.
“Tidak ada kendala yang signifikan, sebatas penyesuaian antara aplikasi SIWASLU ketika 2024 dengan SISWALIH hari ini. Tentunya ada penyempurnaan lagi, ada evaluasi antara pengoperasian SIWASLU pada pemilu 2024. Tinggal penyesuaian saja, bukan hal yang baru,” bebernya.
Melalui bimbingan teknis para Panwascam ini semua dapat bekerja dengan maksimal. Makanya kegiatan ini dilakukan maksimal hingga malam. “Mau gak mau mereka nanti akan membintek PTPS yang mana PTPS dilantik pada tanggal 3 dan 4 mendatang,” pungkasnya. (ris)






