PALABUHANRATU – Memasuki bulan Oktober 2024, wilayah pesisir Sukabumi khususnya wilayah pesisir Palabuhanratu, Simpenan, Cikakak dan Cisolok dihadapkan pada ancaman gelombang tinggi yang dalam beberapa hari terjadi.
Seperti diungkapkan Kasatpol Airud Polres Sukabumi, AKP Tenda Sukendar, bahwa memang gelombang tinggi air laut mulai terjadi sejak awal bulan Oktober 2024, dengan intensitas yang meningkat pada minggu pertama dan kedua.
Pihaknya, dari Jajaran Satpolairud dalam beberapa kesempatan telah mengeluarkan himbauan kepada para nelayan dan wisatawan agar tidak memaksakan diri melaut atau berenang ketika cuaca buruk.
Bahkan, kata Tenda, selama bulan Oktober 2024 ini, sudah terjadi empat kecelakaan laut yang mengakibatkan enam korban, satu di antaranya meninggal dunia.
“Senua korban sudah berhasil ditemukan, kemarin kan seperti kita tahu perairan tegal buleud masih dalam pencarian,” ungkap AKP Tenda Sukendar.
Dalam rangka memperkuat himbauan keselamatan, Satpol Airud Polres Sukabumi telah melakukan berbagai upaya, termasuk melalui media radio, serta kegiatan sambang ke kampung-kampung nelayan dan penduduk pesisir.
“Kami juga rutin mendatangi masyarakat pesisir pantai, dermaga dermaga untuk mengedukasi nelayan agar tidak melaut jika cuaca tidak bersahabat,” terangnya.
Tenda juga menjelaskan bahwa ketinggian gelombang di wilayah perairan Sukabumi dalam beberapa hari terakhir dapat mencapai 3 hingga 5 meter. Hal ini sangat berbahaya bagi para nelayan, karena selain risiko kapal terbalik, juga ada potensi terjadinya kebakaran di kapal akibat gangguan teknis seperti masalah genset atau aliran listrik.
“Pada bulan Oktober ini, sudah ada dua kejadian perahu terbakar terjadi di wilayah Ujung Genteng,” paparnya.
Tidak hanya itu, Tenda juga menegaskan terus berkoordinasi dengan BMKG untuk memantau prakiraan cuaca. Saat ini, wilayah pesisir Sukabumi berada dalam status peringatan gelombang tinggi dengan kategori kuning dan oranye, yang berarti ketinggian ombak bisa mencapai 3 hingga 5 meter.
“Kami terus mengingatkan agar seluruh nelayan dan wisatawan tetap waspada dan selalu mengikuti informasi cuaca terkini,” tegas Tenda.
“Dengan situasi cuaca saat ini tidak menentu, kami mengimbau masyarakat untuk tidak mengabaikan keselamatan diri dan selalu mematuhi arahan dari pihak berwenang,” tandasnya. (Ndi)






