SUKABUMI — Isak tangis 12 remaja yang tergabung dalam kelompok berandal bermotor pecah, ke 12 remaja itu menangis dipangkuan orang tuanya setelah berhasil diciduk jajaran Satreskrim Polres Sukabumi Kota, Senin (2/9).
Belasan remaja ini diantaranya, berinisial PS (16), MI (17), RA (16), S (18), JZ (14), S (22), F (14), R (26), MR (26), MF (26), DU (17) dan DS (31). Saat dipertemukan dengan orang tuanya, belasan remaja ini langsung menangis dan merangkul orang tuanya masing-masing untuk meminta maaf atas ulah tidak terpuji tersebut.
Mereka diciduk lantaran diduga hendak melancarkan aksi tawuran dengan kelompok berandal motor lainnya di sekitar Gembok Cinta, Jalan Lingkar Selatan, Kecamatan Warudoyong, sekira pukul 1.00 WIB pada Minggu (1/9) lalu.
“12 pemuda ini, diamankan di sekitar tower di Jalan Sarasa, Kampung Loa Kelurahan Babakan Kecamatan Cibeureum. 12 orang merupakan warga Cibeureum dan Lembursitu serta Nyalindung. Enam diantaranya merupakan pelajar, sedangkan enam lainnya tunakarya,” ungkap Kapolres Sukabumi Kota Rita Suwadi kepada Radar Sukabumi, Senin (2/9).
Rita menjelaskan, pencegahan aksi tawuran antar kelompok berandal bermotor ini berawal dari informasi masyarakat yang disampaikan melalui Lapor Polisi Siap Mangga, dimana warga tersebut melihat sekelompok pemuda yang nongkrong di dekat tower sekitar Jalan Sarasa. Karena gerak geriknya mencurigakan, sehingga warga melaporkannya kepada Polres Sukabumi Kota.

“Informasi tersebut langsung kami respon dengan menerjunkan piket fungsi dan polsek rayon selatan yang sedang melakukan KRYD (Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan) untuk memeriksa lokasi. Setibanya di lokasi, sekelompok pemuda ini terlihat melarikan diri, namun akhirnya kami berhasil mengamankan 12 orang dari 2 kelompok bermotor berbeda,” jelasnya.
Dari tangan remaha ini, polisi juga menyita puluhan senjata tajam berbagai jenis yang disembunyikan di sebuah gudang yang diduga akan dipergunakan dalam aksi tawuran dengan kelompok bermotor lainnya.






