SURADE – Di Desa Buniwangi, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, sekelompok ibu ibu pengrajin yang tergabung dalam Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) berhasil mengubah daun pandan laut menjadi produk kerajinan bernilai jual tinggi.
Daun dari tanaman pandan laut, yang melimpah di sekitar Pantai Minajaya, kini disulap menjadi berbagai barang kerajinan yang diminati pasar, seperti tas selempang (konyen), tikar, hingga kaneron.
Jusup Sadam, Ketua Pokdarwis di Pantai Minajaya, mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi bagi kaum ibu-ibu pengrajin yang di desa Buniwangi tersebut.
Namun begitu, kata Jusup tidak hanya ibu ibu setempat, para pengrajin yang dilibatkan ibu ibu berasal dari kampung kampung lain yang ada di desa Buniwangi yang turut serta dalam proses produksi kerajinan.
“Sejauh ini, berbagai barang kerajinan telah dihasilkan dari daun pandan laut, ada tikar, konyen, kaneron dan lain sebagainya, Alhamdulillah, untuk kualitas juga tidak kalah dengan produk wilayah lain,” ujarnya.
“Kami berharap hasil penjualan dari kerajinan ini bisa membantu para pengrajin memenuhi kebutuhan rumah tangga masing-masing,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Jusup menjelaskan bahwa Pokdarwis juga aktif melakukan pembibitan tanaman pandan laut tersebut untuk menjaga kelestarian tanaman tersebut. Menurutnya, selain sebagai bahan baku kerajinan, pandan laut juga memiliki manfaat lingkungan yang signifikan.
Tanaman ini tegas Jusup dapat ditanam di sekitar Pantai Minajaya yang kemudian dapat berfungsi sebagai penahan abrasi dari terjangan ombak laut. Dengan adanya program pemberdayaan ini, diharapkan ekonomi masyarakat sekitar Pantai Minajaya semakin meningkat.
“Sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan di kawasan pesisir,” tandasnya. (Ndi)




