SUKABUMI – Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Rita Suwadi bersama jajarannya mengunjungi kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Sukabumi, tepatnya di Jalan Ottista atau Otto Iskandardinata, Kelurahan Nanggeleng, Kecamatan Citamiang. Kunjungan tersebut untuk memastikan kelancaran tahapan pada perhelatan Pilkada 2024.
Kedatangan Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Rita Suwadi disambut baik oleh Ketua KPU Imam Sutrisno beserta jajarannya. Rita juga sempat berkeliling ke setiap penjuru KPU.
“Ya, hari ini kita silaturahmi ke kantor KPU, terkait kolaborasi sinergitas dalam rangka melancarkan penyelenggaraan Pilkada 2024,” ujar AKBP Rita Suwadi yang baru menjabat sebagai Kapolres Sukabumi Kota dua pekan ini kepada radar sukabumi, Rabu (24/07).
Ia menegaskan, dalam menghadapi Pilkada 2024 ini, penempatan anggota dalam rangka pengamanan perhelatan Pilkada 2024 sudah disiapkan dengan matang. Tidak lupa dirinya juga menegaskan agar menjaga netralitas.
“Kita sudah berjalan kalau persiapannya (pengamanan Pilkada 2024) sesuai dengan tahapan. Sudah saya ingatkan soal netralitas karena itu yang utama,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua KPU Kota Sukabumi, Iman Sutrisno mengapresiasi kedatangan Kapolres Sukabumi Kota ke kantor KPU. Sebab, ini merupakan bentuk sinergitas yang tidak terpisahkan.
“Kunjungan Kapolres Sukabumi Kota ini patut disambut dengan baik, karena sebelumnya, pengalaman pada pemilu yang lalu sudah dilaksanakan. Kami bersinergi dengan rekan rekan kepolisian sangat masiv dan sangat membantu terutama pada pelaksanaan tahapan tahapannya,” ujarnya.
Pihaknya berharap kunjungan Kapolres ini sebagai niat melanjutkan sinergitas dan kerjasama sebelumnya yang terjalin dengan baik, sehingga pemilu dapat berjalan dengan baik, aman, damai, jujur dan adil.
“Jadi Alhamdulilah, kita ada kunjungan dari Kapolres Sukabumi Kota. Selain silaturahmi dan koordinasi beliau juga menyampaikan beberapa poin terkait bagaimaa upaya bersama dalam memastikan kelancaran, kondusifitas dan kesuksesan penyelengaraan Pilkada Kota Sukabumi 2024,” bebernya.
Ia memaparkan, beberapa hal yang perlu dilakukan untuk sinkronisasi awal tentu saja terkait data jumlah TPS, kemudian jadwal tahapan yang mana memerlukan proses pengamanan yang ketat.
“Kemudian tahapan-tahapan yang krusial membutuhkan penyikapan rekan-rekan kepolisian yang ekstra termasuk jumlah TPS karena berkaitan dengan penyiapan anggota pengamanan. Juga gudang logistik yang berkaitan dengan pengamanan,” tandasnya. (ris)






