PALABUHANRATU – DP3A (Dinas Perlindungan Pemberdayaan Perempuan dan Anak) Kabupaten Sukabumi siap memberikan bantuan pendampingan psikolog bagi korban dugaan rudapaksa yang diduga dilakukan oknum ketua panitia peringatan syukuran hari nelayan Palabuhanratu.
Hal itu diungkapkan kepala DP3A Kabupaten Sukabumi Eki Radiana Rizki memastikan, saat diwawancara Radar Sukabumi, Rabu, (17/7) usai mengikuti rapat dinas di aula gedung seketariat daerah.
Eki mengaku prihatin atas ramainya informasi bahwa finalis putri nelayan diduga menjadi korban rudapaksa yang dilakukan oknum ketua panitia hari nelayan Palabuhanratu dan berharap kejadian tersebut tidak terulang di kemudian hari.
“Saya sebagai kepala DP3A dan masyarakat kabupaten Sukabumi, sangat prihatin atas kejadian ini dan kita juga berharap kejadian ini tidak terulang, karena ini menyangkut masyarakat kabupaten Sukabumi dalam artian bahwa ini kan masih dugaan yah,” ujar Eki.
Akan tetapi, kata Eki, jajaran DP3A Kabupaten Sukabumi akan terus mengawal dalam artian sesuai tugas pokok dan fungsi DP3A salah satunua akan memberitakan bantuan pendampingan Fisikolog.
“Kalau informasi terakhir kami kemarin dari UPTD PPA Palabuhanratu, katanya korban sudah di bawa lagi sama bapanya ke banten sehingga kami sudah tidak bisa lagi memberikan bantuan pendanpingan Fisikolog kepada korban karena wilayahnya sudah bukan di Kabupaten Sukabumi,” terangnya.
Namun begitu, Eki mengaku bersyukur korban saat ini berdasarkan infrormasi yang didapatnya bahwa sudah ditangani oleh dinas DP3A Kabupaten Lebak Banten.
“Ada informasi juga dari UPTD atau pun dari DP3A kabupaten lebak sudah memberikan pendampingan Fisikolog jadi sekarang tinggal monitor saja,” tandasnya. (Ndi).






