BERITA UTAMAKABUPATEN SUKABUMI

Longsor di Cibadak yang Menimbun 12 Rumah Ada Unsur Kejahatan Lingkungan 

×

Longsor di Cibadak yang Menimbun 12 Rumah Ada Unsur Kejahatan Lingkungan 

Sebarkan artikel ini
DIHANTAM LONGSOR : Kondisi rumah warga yang tertimbun tanah longsor di Kampung Cibatu Hilir, RT 01/RW 11, Desa Sekarwang, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, pada Rabu (24/01) pagi.(foto : ist)
DIHANTAM LONGSOR : Kondisi rumah warga yang tertimbun tanah longsor di Kampung Cibatu Hilir, RT 01/RW 11, Desa Sekarwang, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, pada Rabu (24/01) pagi.(foto : ist)

SUKABUMI — Ketua Lembaga Analisa dan Transparansi Sukabumi (LATAS) Feri Permana menilai longsor yang terjadi di Kampung Cibatu Hilir, RT (01/11), Desa Sekarwangi, Kecamatan Cibadak Rabu (24/01/2024) ada unsur kejahatan lingkungan.

Menurutnya, kejadian longsor tersebut memang sebelumnya sudah diprediksi terjadi. Bahkan menurut informasi sebelum longsor yang menimbun 12 rumah kemarin, pernah terjadi longsor yang merusak dua rumah milik PT Atlantis.

Bank bjb Tandamata

“Informasinya, sebelum longsor kemarin. Sebelumnya, ada yang longsor dua rumah perumahan tanpa penghuni milik PT Atlantis,”terangnya.

Menurutnya, memang secara kasat mata dilokasi tersebut ada tebing dan proses jalan mata air tidak ditata dengan baik.

Kalaupun, perumahan sudah memiliki izin. Maka pemerintah yang ceroboh memberikan izin kepada perusahaan yang merugikan masyarakat.

“Ya harus ada izinnya. Kalaupun sudah berizin, pemerintah yang ceroboh. Itu harusnya perusahaan tebingnya diperhatikan perusahaan dong, cetusnya.

“Kalau izinnya sudah, berarti ada oknum didalamnya. Karena itu terjadi kerusakan lingkungan yang tidak diperhatikan hingga menyebabkan bencana longsor,”tambahnya.

Sementara itu, Aril salah seorang warga membenarkan bahwa sebelumnya warga pernah mempermasalahkan soal aliran air diatas perumahan PT Atlantis.

“Jadi benar, saat pembangunan perumahan milik PT Atlantis itu sudah didebat warga, mungkin ini adalah keteledoran perusahaan yang tidak memperhatikan lingkungan, “terangnya.

Sebelumnya Wakil Bupati Sukabumi, Iyos Somantri akhirnya turun gunung untuk meninjau lokasi bencana tanah longsor yang merusak belasan rumah penduduk di Kampung Cibatu Hilir, RT 01 l/RW 11, Desa Sekarwangi, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, pada Kamis (25/01) pagi.

Saat peninjauan, mantan Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi ini, telah di dampingi Muspika Cibadak, pemerintah Desa Sekarawangi, Babinsa dan Babinkamtibmas desa setempat

“Saya sengaja datang ke sini, untuk memastikan secara langsung tentang kesiapan posko tanggap darurat dan dapur umum, serta melihat lokasi belasan rumah yang tertimbun longsor itu,” kata Iyos pada Kamis (25/01).

Pihaknya mengaku, bahwa saat ini masyarakat yang terdampak dari bencana alam tersebut, sudah di evakuasi ke tempat yang lebih aman. Mereka, terpaksa harus direlokasi baik ke rumah keluarga dan sodaranya maupun ke rumah tetangga terdekatnya.

“Ini dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya longsor susulan. Mengingat, cuaca ekstrim saat ini dikhawatirkan dapat berpotensi akan terjadinya bencana alam,” tandasnya.

Selain itu, pihaknya mengaku bahwa pemerintah daerah Kabupaten Sukabumi sudah dan tengah melakukan berbagai upaya pasca bencana alam tersebut terjadi di wilayah itu.

Seperti mempersiapkan sarana dan prasarana (Sarpras) untuk dilengkapi di tempat pengungsian yang dipusatkan di perumahan taman bola.

“Insya Allah hari ini bisa tuntas dan dapur umum sudah tersedia dan kebutuhan kepentingan akomodasi bisa kita cukupi dan kebutuhan-kebutuhan yang lainnya terus kita kordinasikan dengan pihak terkait,” bebernya.

Bukan hanya itu, pasca bencana alam tersebut, pemerintah daerah Kabupaten Sukabumi juga kini tengah menunggu hasil kajian dari BMKG, untuk tindak lanjut kedepannya. Salah satunya, perihal rencana tempat relokasi bagi warga yang terdampak dari bencana alam tersebut.

“Kalau untuk relokasi, pasti akan kita perhatikan yah. Jika, nanti hasil kajian BMKG memungkinkan untuk dibangun kembali. Maka, kita akan coba di renov di bangun kembali dengan fasilitas-fasilitas yang ada dari pemerintah daerah, maupun dari pihak terkait yang peduli pada nasib warga yang terkena musibah,” pungkasnya. (den/hnd/d)