NASIONAL

Evakuasi Lokomotif KA Pandalungan Selesai Selama 13 Jam

×

Evakuasi Lokomotif KA Pandalungan Selesai Selama 13 Jam

Sebarkan artikel ini
Kemarin (14/1) KA Pandalungan relasi Stasiun Gambir–Jember anjlok di emplasemen Stasiun Tanggulangin, Sidoarjo, pukul 07.57.
Kemarin (14/1) KA Pandalungan relasi Stasiun Gambir–Jember anjlok di emplasemen Stasiun Tanggulangin, Sidoarjo, pukul 07.57.

JAKARTA -–  Kemarin (14/1) KA Pandalungan relasi Stasiun Gambir–Jember anjlok di emplasemen Stasiun Tanggulangin, Sidoarjo, pukul 07.57. Akibatnya, perjalanan kereta untuk jalur Surabaya menuju Malang dan Surabaya menuju Jember sempat terganggu.

Selain lokomotif, ada dua di antara 11 gerbong KA Pandalungan yang anjlok dari rel. PT KAI mempercepat proses evakuasi. Yakni, dengan mendatangkan tim dari Depo Sidotopo, Depo Surabaya Pasarturi, Depo Malang, hingga crane dari Stasiun Solo.

Bank bjb Tandamata

Selain itu, disiapkan tim sarana dan prasarana untuk memperbaiki jalur rel di lokasi kejadian. ”Tim ini bekerja setelah evakuasi sarana selesai,” kata Vice President Public Relation PT KAI Joni Martinus.

Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam insiden tersebut. PT KAI memberikan layanan tambahan kepada penumpang KA Pandalungan. Di antaranya, menyediakan transportasi berupa bus dari Stasiun Bangil dan Stasiun Sidoarjo untuk mengantar penumpang menuju stasiun pemberhentian selanjutnya.

Kereta crane dari Solo yang tiba di lokasi sekitar pukul 16.00 langsung melakukan evakuasi dengan memindahkan gerbong kembali ke jalur rel. Sebelumnya, tim penolong kereta atau rescue sudah memetakan cara mengevakuasi dua gerbong dan satu lokomotif yang anjlok. ”Beberapa gerbong sebelumnya yang sempat menghalangi perlintasan di Kludan sudah ditarik ke Stasiun Sidoarjo,” jelas Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Surabaya Nur Hadi di lokasi kejadian.

Pukul 17.45 atau hampir dua jam, dua gerbong di belakang lokomotif berhasil dievakuasi dan selanjutnya ditarik ke Stasiun Sidoarjo. Pukul 19.30, proses evakuasi kembali berlanjut. Kereta crane yang lebih besar didatangkan untuk mengangkat lokomotif KA Pandalungan kembali ke jalur. Pukul 20.00, proses pemasangan crane di badan lokomotif dilakukan. Sementara itu, beberapa petugas memperbaiki bantalan rel yang diduga rusak akibat anjloknya kereta.

Menurut Manajer Humas Daop 8 Surabaya Lukman Arif, lokomotif ditarik menuju ke Stasiun Sidoarjo. ”Ditaruh di sana sambil nanti dilihat ada kerusakan apa,” katanya.

Terpisah, Deputi KAI Daop 8 Surabaya Zuhril Alim belum bisa berbicara banyak soal penyebab anjloknya KA Pandalungan. Menurut dia, faktor anjloknya kereta dari rel biasanya terjadi karena kontur tanah yang turun. ”Tapi, untuk kasus ini masih belum bisa kami simpulkan. Kami nunggu dari pendalaman Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk penyebabnya,” paparnya.

Sementara itu, jalur KA di Sidoarjo yang tidak bisa dilewati hingga tadi malam berdampak pada keterlambatan sejumlah perjalanan KA akibat pemberlakuan pola operasi memutar. ”Hingga Minggu sore terdapat delapan perjalanan KA yang mengalami operasi pola memutar melalui rute Bangil–Kertosono,” ujar Vice President Public Relation PT KAI Joni Martinus.

Delapan kereta api yang mengalami pola memutar itu adalah KA Ranggajati Jember–Cirebon dan sebaliknya, KA Logawa Jember–Purwokerto dan sebaliknya, KA Arjuno, KA Sri Tanjung relasi Lempuyangan–Surabaya Gubeng–Ketapang dan sebaliknya, serta KA Jayabaya.