SUKABUMI – Ada hal menarik dilakukan seluruh guru, staf dan siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Jam’iyyatul Aulad, Kabupaten Sukabumi. Sebagai salah satu sekolah unggulan, dalam kesehariannya SMK ini melaksanakan pembiasaan keagamaan.
Terdapat kegiatan rutinan yang dilaksanakan seperti Salat Dhuha, Tadarus, Amaliyah Waqiah, Ratibul Haddad, dan pengajian kitab kuning.
Itu dilakukan sebagai program unggulan SMK Jam’iyyatul Aulad yang berlokasi di Jalan Empang Raya atau Pangsor Lio, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi ini.
Andriyana selaku Kepala SMK Jam’iyyatul Aulad mengatakan, kegiatan tersebut dimaksudkan sebagai pembiasaan akhlak mulia dan dilaksanakan seluruh guru dan staf serta para siswa.
“Hal itu senada dengan visi Kabupaten Sukabumi yakni terwujudnya Kabupaten Sukabumi yang religius dan mandiri,” tutur Kepala SMK Jam’iyyatul Aulad, Andriyana kepada Radar Sukabumi, Minggu (7/1).
Kegiatan ini juga sesuai dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistim Pendidikan Nasional (Sisdiknas), pasal 1 ayat 1 yang menyebutkan bahwa guru harus dapat melaksanakan pembelajaran yang mengarahkan peserta didiknya secara aktif mengembangkan potensi dirinya.
“Yakni untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta ketrampilan lainnya yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara,” ujarnya.
Kegiatan keagamanaan rutinan tersebut sudah dilaksanakan sejak berdirinya SMK Jam’iyyatul Aulad tahun 2012 silam, dan hingga saat ini terus bertahan meski ditengah gempuran atau di tengah maraknya pergaulan siswa yang kurang baik.
“Alhamdulillah masih bertahan hingga saat ini, ada beberapa kegiatan yang rutin dilaksanakan yakni Tadarus Al-Qur’an dan Amaliyah Asmaul Husna hingga doa sebelum Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dimulai, itu juga sekaligus sebagai pembiasaan pendidikan literasi bagi para siswa,” jelasnya.
Masih kata Andriyana, adapun pelaksanaan Salat Dhuha, Amaliyah Waqiah, Kultum dan doa bersama itu dilaksanakan menjelang istirahat pertama hingga waktu istirahat masuk belajar kembali.
Sementara kegiatan Amaliyah Ratibul Haddad, Pengajian Kitab Kuning Ta’lim Muta’alim dan Tajwid dilaksanakan setiap sebelum salat Jum’at hingga Saalat Jum’at selesai.
“Tidak hanya para siswa, para orang tua dan masyarakat sekitar sekolah juga sangat antusias melihat hal ini, bisa dilihat dari respon masyarakat yang memberikan atensi luar biasa pada kegiatan yang kami laksanakan, bahkan sebagian besar orang tua memasukan siswa ke sekolah kami salah satunya karena kegiatan keagamaan ini,” paparnya.
Andriyana menegaskan, kegiatan tersebut sangat besar dampaknya bagi keseharian para siswa dan juga guru, untuk itu diharapkan dengan dilaksanakan kegiatan tersebut secara rutin dapat menempa kecerdasan spritual para siswa dan juga menjadi bekal bagi mereka saat terjun di masyarakat kelak.
“Kegiatan ini juga berimbas pada kecerdasan emosional para siswa sehingga kami bersyukur mereka tidak pernah terlibat tawuran dan hal-hal buruk lainnya,” tandasnya. (ndi)






