SUKABUMI— Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Nyomplong Sukabumi nampaknya masih belum mengetahui pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi dan pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kota Sukabumi yang akan pentas di Pilakda Serentak 2018 ini.
Soalnya, saat anggota KPU dan Ketua Panitia pengawas pemilu melakukan sosialiasasi Pilkada serentak 2018, para warga hunian terlihat masih gamang sosok calon yang akan maju di Pikada serentak 2018 mendatang.
“Belum tahu sepertinya, sosialisasi sudah kita sampaikan, ini awalan kita menyebutkan seluruh calon Pilgub dan Pilwakot. Melihat respon mereka sepertinya masih banyak yang ‘buta’,” ujar Anggota KPU Kota Sukabumi, Agung Dugaswara usai melakukan sosialisasi Pilkada Serentak di Lapas kelas II B Sukabumi, kemarin.
Makanya untuk itu, pihak KPU akan lebih intensif berkoordinasi dengan petugas Lapas dalam upaya menyosialisasikan Pilkada serentak ini kepada warga binaan lapas ini. Mudah-mudahan KPU masih ada agenda untuk melakukan sosialisasi di Lapas.
” Nanti kita berkoordinasi dengan bagian sosialisasi di KPU, agar warga lapas ini mengetahui siapa saja pemimpin yang akan maju di Pilgub dan Pilwalkot,” ujarnya.
Untuk sosialisasi kali ini, kata Agung pihaknya menekankan kepada para warga binaan lapas untuk menyalurkan hak pilihannya pada 27 Juni mendatang. Sebagai warga indonesia yang sudah berusia 17 tahun, sudah menikah dan memiliki KTP harus memanfaatkan haknya dalam memilih pemimpin di Pilkada serentak nanti.
” Kita juga nanti akan memfasilitasi mereka untuk mencoblos dengan ditemnpatkan Tempat pemungutan Suara (TPS) di sini,” katanya.
Makanya selain sosialisasi, kali ini juga pihak KPU dan Disdukcapil melakukan perekaman identitas kependudukan. Antusias mereka cukup tinggi, apalagi masih ada warga lapsa yang belum memiliki KTP. ” Potensi suaranya lumayan, warga binaan ini kurang lebih ada 400 orang,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Pembinaan dan Kegiatan Kerja, Tahar AS mengaku akan terus aktif melakukan sosialiasasi Pilkada serentak 2018 kepada warga binaan lapas ini. Seperti halnya memberitahukan pasangan calon yang akan maju di Pilgub ataupun Pilwalkot dan tata cara pemungutan nantinya.
” Kita sudah mendapatkan brosurnya, kita akan lebih aktif kedalam untuk sosialisasi,” ujarnya.
Bahkan dalam upaya menyukseskan Pilkada serentak ini, Tahar mengaku akan memanfaatkan berbagai kegiatan untuk menyosialisasikan kepada mereka. ” Bisa saja ketika kegiatan pengajian kita kan sampaikan sosialisasi,” ujarnya.
Saat ini dari total penghuni lapas 463 orang, baru ada 276 orang memiliki indentitas kependudukan seperti KTP. Makanya pihaknya mengundang Disdukcapil dan KPU untuk melakukan sosialisasi dan perekaman KTP elektronik. ” Disini warga Kota dan Kabupaten Sukabumi, semua WNI yang berhak untuk memilih Pilgub dan Pilwalkot,” pungkasnya. (bal)





