SUKABUMI – Guna mewujudkan kondusifitas penyelenggaraan Pemilihan Umum (Pemilu) serentak, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Sukabumi menggelar penandatanganan deklarasi damai di Markas Komando Distrik Militer 0607 Kota Sukabumi, Senin (6/11).
Penjabat Wali Kota Sukabumi, Kusmana Hartadji mengatakan, penandatanganan deklarasi damai Pemilu 2024 merupakan upaya untuk mewujudkan kondusifitas dan keamanan dalam seluruh proses Pemilu 2024.
“Seperti apa yang telah disampaikan pimpinan partai politik, unsur Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan juga tokoh pemuda ingin Pemilu di Kota Sukabumi mulai dari persiapan, pelaksanaan, dan tentunya nanti pasca Pemilu. Insya Allah dengan deklarasi ini untuk Kota Sukabumi tambah maju, bahagia lahir dan batin,” kata Kusmana kepada Radar Sukabumi, Senin (6/11).
Lanjut Kusmana, ada beberapa poin penting dalam deklarasi damai yang harus dipatuhi seluruh komponen. Diantaranya, melaksanakan Pemilu yang damai dan kondusif untuk mewujudkan demokrasi yang bermartabat dan akan mematuhi dan mentaati segala bentuk peraturan dan ketentuan yang berlaku serta menyelesaikan permasalahan Pemilu.
“Poin lainnya, menolak upaya yang dapat menimbulkan perpecahan di masyarakat, dan menghindari kegiatan yang bersifat provokatif, menghasut, ujaran kebencian, serta tidak menggunakan isu sara dalam pelaksanaan Pemilu dan menciptakan situasi dan kondisi tetap kondusif di wilayah hukum Polres Sukabumi Kota,” bebernya.
Disinggung soal anggaran hibah, Kusmana menurutkan, terkait anggaran untuk penyelenggaraan Pemilu Pemkot Sukabumi telah menyiapkan anggaran hibah bagi KPU dan Bawaslu Kota Sukabumi.
“Alhamdulillah, kita sudah menyiapkan kewajiban kita untuk memberikan 40 persen dari ketentuan yang telah disepakati antara kita, KPU, dan Bawaslu,” tadasnya.
Sementara itu, Komandan Kodim (Dandim) 0607/Kota Sukabumi Letkol Inf Yudhi Hariyanto mengatakan, pihaknya akan mengerahkan 400 pasukan untuk menciptakan Pemilu 2024 yang damai dan membantu pengamanan.
“Jadi sebetulnya leading sektor kewenangannya melaksanankan pengamanan itu dari Polri. Sedangkan dari TNI sifatnya hanya membantu. Untuk mekanismenya sudah diatur. Untuk Kodim ini kita siapkan 400 orang, termasuk dari Koramil dan Makodim juga,” singkatnya. (Bam)






