SUKABUMI — Proses Pembangunan Alun-Alun Gadobangkong Pelabuhanratu mulai dilakukan. Pembangunan yang menggunakan APBD Provinsi Jawa Barat tersebut dengan menggunakan anggaran 2023 dari Dinas Perumahan dan Permukiman Provinsi Jawa Barat ditarget selesai selama 126 hari atau 4 bulan 6 hari.
Merespon hal tersebut, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Abdul Muiz menyambut baik dengan sudah dimulainya pembangunan Alun-alun Gadobangkong Pelabuhanratu. Menurutnya, pembangunan Alun-alun tersebut bernilai kontrak Rp15,6 Milyar lebih dilaksanakan oleh PT Lingkar Persada KSO CV Adhi Makmur.
“Kami berharap pelaksanaan pembangunan berjalan lancar, kondusif, melibatkan unsur masyarakat sekitar, tepat waktu, jaga kualitas pengerjaan sesuai dengan spek sedapat mungkin bisa memanfaatkan bahan-bahan bangunan yang ada di sekitar Pelabuhanratu, sehingga dapat mengungkit pergerakan perekonomian sekitar, “jelas Abdul Muiz dalam pesan singkatnya.
Dirinya juga berharap kehadiran alun-alun tersebut bisa menjadi icon baru obyek wisata di Ibukota Kabupaten Sukabumi terutama Geopark Ciletuh dan penataan wilayah selatan Sukabumi.
“Untuk PR (Pekerjaan Rumah) berikutnya, bagaimana kedepan Pelabuhanratu lingkungannya lebih tertata, indah, rapi, green , bebas dari sampah, dan sehat dan ramah anak,”jelas politisi PKS tersebut.

“Karena waktunya sudah mepet, karena sebelumnya 2 kali gagal lelang. Maka kami berharap, pelaksana proyek bisa mengoptimalkan waktu yang ada, dengan memanfaatkan waktu kemarau, “tambahnya.
Lebih lanjut dirinya meminta pelaksana proyek untuk menambahkan jumlah pekerja, jam lembur dan supervisi dari pengawas serta kolaborasi semua pihak agar tetap kondusif dan didukung oleh semua pihak.
“Karena kalau sampai tidak tuntas sampai batas waktunya, bisa kena pinalty dan denda. Oleh Karena itu semua harus bertanggung jawab untuk kesuksesan proyek alun-alun Gadobangkong yang memiliki nilai historis bagi pergerakan emokomi, pusat pengepulan hasil bumi dan perkebunan, “jelasnya
Hal yang menjadi catatan juga, agar Dinas Pariwisata bisa memasimalkan Alun-alun ini untuk kegiatan promosi wisata, panggung seni budaya, edukasi, refresing, pemberdayaan ekonomi dengan membuka outlet produk olahan ikan dan produk UMKM serta olahraga jogging keluarga.(adv)






