KABUPATEN SUKABUMI

Minim Stok, Disdagin Kabupaten Sukabumi Catat 4 Bapokting Mengalami Kenaikan Harga

×

Minim Stok, Disdagin Kabupaten Sukabumi Catat 4 Bapokting Mengalami Kenaikan Harga

Sebarkan artikel ini
Pedagang Sukabumi
Salah seorang pedagang di Pasar Tradisional Panggeleseran, Desa Kertaraharja, Kecamatan Cikembar

SUKABUMI – Sebanyak empat bahan pokok penting (Bapokting) di sejumlah pasar tradisional yang tersebar di wilayah Kabupaten Sukabumi, telah mengalami kenaikan harga pada Jumat (18/08).

Subkoor Bapokting pada Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kabupaten Sukabumi, Usep Suhendi mengatakan, berdasarkan data yang  tercatat dari laporan petugas di lapangan, terdapat empat bahan pokok yang harganya telah mengalami kenaikan.

Bank bjb Tandamata

“Ya, ada empat bahan pokok itu yang mengalami kenaikan di 12 pasar yang ada di wilayah Kabupaten Sukabumi,” kata Usep pada Jumat (18/08).

Empat bahan pokok yang mengalami perubahan harga ini, sambung Usep, diantaranya harga cabai merah kriting dari harga Rp33.000 naik menjadi Rp35.000 per kilogram, telur ayam kampung mengalami kenaikan dari Rp68.000 menjadi Rp70.000 per kilo gram, bawang merah mengalami kenaikan dari Rp27.800 menjadi Rp28.500 per kilogram.

“Nah, terakhir harga yang mengalami kenaikan itu, jenis kacang tanah dari Rp28.200 menjadi Rp29.200 per kilogram,” ujarnya.

Sejumlah bahan pokok yang kini mengalami kenaikan harga itu, disebabkan oleh kekurangan atau minimnya stok di 12 pasar yang ada di wilayah Kabupaten Sukabumi. “Tapi, kenaikan harganya masih dianggap normal yah. Karena, kenaikan harganya tidak terlalu melambung tinggi,” tandasnya.

Ketika disinggung mengenai, upaya pemerintah daerah Kabupaten Sukabumi itu dalam menekan harga bahan pokok di pasaran, Usep menjawab. Bahwa, Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Sukabumi, telah melakukan berbagai upaya dan langkah-langkah strategis.

“Iya, diantaranya melakukan pemantauan kelapangan dan berkoordinasi dengan para pengepul atau distributor agar tidak terjadi gejolak harga yang signifikan,” bebernya.

Salah seorang pedagang di Pasar Tradisional Panggeleseran, Desa Kertaraharja, Kecamatan Cikembar, Ading (54) mengatakan, pihaknya membenarkan terkait sejumlah bahan pokok penting yang kini telah mengalami kenaikan tersebut.

“Memang benar ada kenaikan harga. Khususnya pada bawang merah dan cabai rawit merah. Tapi, kenaikannya masih dibatas normal,” katanya.

Ia menambahkan, kenaikan harga Bapokting ini sudah mengalami kenaikan sejak dua pekan terakhir. Ini terjadi karena pasokan dari para pendistributor minim. “Iya, katanya sih banyak yang gagal panen karena musim kemarau. Makanya, harga cabai rawit merah dan bawang merah itu, sekarang naik,” pungkasnya. (Den)